Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
3. Tempat Kemah Paling Memukau Di Indonesia

3. Tempat Kemah Paling Memukau Di Indonesia

Berkemah atau camping merupakan kegiata yang mengasyikan, tak heran selain anggota pramuka juga sering mengadakan keming atau berkemah, namun akan menjadi sangat membosankan jika setiap thun selalu berkemah di tempat yang sama benar bukan?? Nah untuk itu maka kita perlu mencari suasana baru untuk membuat kamping lebih mengasikan dan fress. Berikut  merupakan tempat tempat ang [...]

The post 3. Tempat Kemah Paling Memukau Di Indonesia appeared first on TunasKelapa.com.


View the original article here

Lagi, Bintang Hollywood Berlibur di Bali

Lagi, Bintang Hollywood Berlibur di Bali

Lagi, salah seorang bintang Hollywood menyambangi Bali untuk berlibur baru-baru ini. Ashton Kutcher dan kekasihnya Mila Kunis memilih Pulau Bali untuk tujuan wisata mereka. Keduanya menginap di salah satu resort bintang lima yang berada di semenanjung selatan pulau tersebut. Kegiatan berlibur sepasang kekasih yang sama-sama artis ini rupanya dilansir beberapa media ternama di Amerika diantaranya New York Post, People, dan US Weekly.

Ashton Kutcher dan Mila Kunis terbang ke Bali dimana sebelumnya singgah di Hong Kong untuk transit pada Rabu (1/8/2012). Pasangan ini berangkat dari San Fransisco, Amerika Serikat, mengenakan busana kasual dan nampak mesra tetangkap kamera wartawan di bandara.
Ashton Kutcher mengajak Mila Kunis menikmati nuansa romantis Bali di Amunsa Resort yang terkenal mewah di kawasan Nusa Dua. Mereka menikmati fasilitas berkelas bintang lima dengan bathtub dalam ruangan, kolam renang pribadi, dan tempat tidur besar kayu dengan empat tiang penyangga. Amunsa Resort memang terkenal sebagai tempat yang mewah, hangat, dan privat. Tarif satu malam kamar mewahnya mencapai Rp 13 juta. Hotel ini terletak di sebuah kawasan perbukitan yang menghadap ke laut dengan pemandangan pantai berpasir putih. Suasanannya memang romantis, sempurna untuk pasangan yang tengah memadu kasih.
Kegiatan liburan Ashton Kutcher dan Mila Kunis selama di Bali dapat dikatakan sangat tertutup dan sulit terlacak wartawan. Akan tetapi, dimungkinkan pasangan romantis itu menikmati keindahan pantai ternama di Bali seperti Pantai Nusa DuaPantai JimbaranPantai Dreamland, Pantai Kuta, dan Pantai Sanur. Ada juga yang menyebut mereka menyambangi UluwatuGaruda Wisnu Kencana (GWK), dan Sangeh.
Seusai berlibur, keduanya terlihat bergandengan tangan saat tiba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, pada Senin (6/8/212). Mereka menunggu kedatangan pesawat komersial yang akan membawa kembali ke Amerika Serikat. Ashton mengenakan kemeja merah muda, celana putih dan mengenakan topi sementara  Mila Kunis mengenakan celana cokelat dan atasan abu bergaris merah. Dari raut wajah pasangan mesra  ini diasumsikan mereka benar-benar menikmati waktu rehat selama seminggu dari hingar bingar dunia hiburan Hollywood. Selain itu, keduanya telihat dengan kulit berwarna lebih cokelat, pastinya hal itu dimungkinkan mereka benar-benar menikmati berjemur di pantai Bali.
"Mereka berdua selalu tersenyum dan tampak sangat menikmati liburan tersebut," ujar seorang sumber kepada People.
Kutcher bertemu Kunis dalam Film serial komedi “That '70s Show” yang diputar 14 tahun lalu. Di film tersebut Kutcher memerankan Michael Kelso, sedangkan kunis memerankan Jackie Burkhart. Kabarnya ini merupakan liburan pertama mereka setelah keduanya diisukan memiliki hubungan romantis pada empat bulan yang lalu.

Bukan hanya Ashton Kutcher dan Mila Kunis yang memanfaatkan liburan mereka di Bali, sebelumnya Paris Hilton juga berplesir ke Bali pada November 2011. Bukan saja artis Hollywood yang terlena keindahan Bali, pembalap dunia MotoGp, Jorge Lorenzo, juga terpikat keindahan Bali bahkan berencana membeli rumah pribadi di Pulau Dewata itu. 

Kehadiran artis-artis dunia yang berlibur di Bali meski seringnya bersifat rahasia dan tertutup tetapi selalu saja dikenali masyarakat dan media. Kehadiran mereka membuktikan bahwa Bali aman untuk terus menjadi tujuan wisata dunia termasuk menjadi pilihan berlibur artis-artis Holywood. Bali memiliki segala sesuatu yang diharapkan sepasang pengantin baru untuk menikmati bulan madu atau pasangan kekasih yang ingin berlibur bersama. Bahkan, banyak pasangan dari seluruh dunia menggelar pernikahan di Bali. 

Bali memang telah lama dikenal sebagai tujuan favorit wisatawan dunia untuk berbulan madu. Mereka telah merasakan keindahan alam dengan daya pikatnya yang seolah tak pernah habis, mulai dari Matahari terbenam di Tanah Lot, ketenangan suasana desa dan tradisi di Ubud, resor dan hotel eksklusif di Nusa Dua, hingga kehidupan malamnya di sekitar Pantai Kuta.

Nama Bali kembali meroket sebagai tujuan wisata setelah digunakan sebagai lokasi syuting film “Eat, Pray, Love” yang dibintangi Julia Roberts pada 2010. Rencananya pertengahan tahun 2012, Rob Cohen, sutradara film “Fast and The Furious” akan akan membuat film barunya dengan mengambil lokasi shooting-nya di Bali. Film tersebut berjudul “I, Alex Cross”. Pesisir timur Pantai Jasri, Candidasa, Karangasem, Bali, akan menjadi bagian dari adegan klimaks film tersebut. Film ini merupakan kerja sama sineas Film Hollywood dengan Bali Film Center. Rob Cohen rencananya akan melibatkan 35 kru lokal dan 20 pemeran pendukung dari Indonesia. Pemilihan lokasi shooting di Indonesia ini merupakan suatu kesempatan untuk memperkenalkan destinasi dan budaya Indonesia sekaligus memberikan kesempatan kepada industri film di Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembuatan film ini.

http://www.indonesia.travel/id/news/detail/811/lagi-bintang-hollywood-berlibur-di-bali
Blind Sonar: Tongkat Tunanetra Berteknologi Sonar Buatan Mahasiswa UGM

Blind Sonar: Tongkat Tunanetra Berteknologi Sonar Buatan Mahasiswa UGM

 sonar blind di indonesiaproud wordpress com
Sekelompok mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, belum lama ini membuat alat bernama Blind Sonar.

Alat yang berbentuk seperti lampu senter ini terlihat sederhana. Namun, bisa sangat berguna bagi para penyandang tunanetra sebagai pengganti tongkat untuk mendeteksi benda atau halangan saat berjalan.

Alat ini bisa mendeteksi benda tanpa harus menyentuhnya. Dengan demikian, risiko terkena atau bertabrakan dengan orang lain atau benda bisa dihindari.

Alat ini dibuat para mahasiswa dengan mengadopsi prinsip kerja kelelawar saat terbang dalam kegelapan malam, yaitu menggunakan suara.

Saat salah satu tombol diaktifkan akan keluar suara yang memantul jika terkena benda atau halangan. Pantulan suara akan mengaktifikan fungsi getaran pada alat ini, sehingga penyandang tunanetra bisa mengetahui adanya halangan di depannya.

Sayangnya, alat yang masih dalam bentuk prototipe ini dibuat dengan biaya yang masih mahal, yakni sekitar Rp 1,5 juta. Kendati demikian, Indra Darmawan Budi, mahasiswa penemu alat ini, berjanji akan menyederhanakan alat tersebut sehingga harganya bisa lebih terjangkau para penyandang tunanetra.


Sumber: http://indonesiaproud.wordpress.com/2012/08/09/blind-sonar-tongkat-tunanetra-berteknologi-sonar-buatan-mahasiswa-ugm/
Siswa Indonesia Raih 1 Perak & 3 Perunggu di International Mathematical Olympiad (IMO) 2012, Argentina

Siswa Indonesia Raih 1 Perak & 3 Perunggu di International Mathematical Olympiad (IMO) 2012, Argentina

IMO 2012 di indonesiaproud wordpress comPara siswa yang tergabung dalam tim IMO Indonesia berhasil meraih 1 medali perak, 3 medali perunggu, dan 1 Honourable Mention di ajang kompetisi sains bidang matematika tingkat internasional, 53rd International Mathematical Olympiad (IMO) 2012 di kota Mar del Plata, Argentina.

Kompetisi bergengsi tingkat dunia  bidang matematika untuk siswa SMA ini diikuti oleh 548 peserta dari 100 negara  berlangsung pada 8 – 16 Juli 2012.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui  Direktorat Pembinaan SMA mengirimkan 6 siswa SMA, yaitu Stefanus Lie, Ahmad Zaky, Tobi Moektijono, Fransisca Susan, Bivan Alzaky Harmanto dan Ivan Adrian Koswara. Mereka adalah wakil Indonesia yang telah terseleksi dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional serta Pembinaan Tingkat Nasional melalui penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Suhu dingin di Mar Del Plata yang mencapai -2 derajat celcius cukup mempengaruhi tim Indonesia pada kompetisi ini, namun Tim Indonesia telah tiba di Argentina dua hari sebelum pertandingan agar mampu beradaptasi dengan suhu dingin yang tidak terbiasa di Indonesia sekaligus menghilangkan Jet Lag akibat perjalanan jauh dan perbedaan waktu 10 jam lebih lambat dari waktu di Indonesia.

Peraih Medali IMO 2012 di indonesiaproud wordpress comTahun ini, Tim IMO Indonesia meraih  medali 1 perak oleh Stefanus Lie dan 3 perunggu yang masing-masing diraih oleh Ahmad Zaky, Tobi Moektijono danFransisca Susan.  Adapun Bivan Alzaky Harmanto hanya mampu meraih penghargaan Honourable Mention.  Penghargaan tersebut diberikan bagi peserta yang mampu mengerjakan minimal 1 (satu) soal penuh dengan nilai maksimum 7 (tujuh).

Hasil lengkap dari IMO ke-53 dapat diakses melalui www.imo-official.org.
Kontributor: Eko Marsudi Utomo


Sumber: http://indonesiaproud.wordpress.com/2012/08/08/siswa-indonesia-raih-1-perak-3-perunggu-di-international-mathematical-olympiad-imo-2012-argentina/
Tim Mahasiswa Indonesia Raih 3 Perak, 2 Perunggu & 3 Honorable Mention di International Mathematics Competition (IMC) 2012, Bulgaria

Tim Mahasiswa Indonesia Raih 3 Perak, 2 Perunggu & 3 Honorable Mention di International Mathematics Competition (IMC) 2012, Bulgaria

IMC di indonesiaproud wordpress comTim Matematika Indonesia yang berasal dari mahasiswa peraih medali dalam Olimpiade Nasional MIPA (ONMIPA) 2012 berhasil meraih 3 medali perak, 2 medali perunggu, dan 3 honorable mention di ajang 19th International Mathematics Competition (IMC) for University Students yang diselenggarakan pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2012 di Blageovgrad, Bulgaria.

Kompetisi matematika yang telah berlangsung sejak tahun 1994 ini dibuka secara resmi oleh Presiden IMC Prof. John E. Jayne. Setelah itu langsung diadakan rapat tim juri yang terdiri dari tim leader dari peserta. Peserta IMC mahasiswa tahun 2012 berjumlah 316 dari 50 negara.

Jenis materi kompetisi adalah Aljabar, Analisis (Real & Complex), Geometri dan Kombinatorics. Semua materi disajikan dalam bahasa Inggris.  Kompetisi dibagi menjadi 2 sesi (2 hari) setiap harinya terdiri dari 5 soal dengan waktu 08.30 s.d. 13.30 (5 jam).  Pelaksanaan IMC dilaksanakan di American University in Bulgaria.

Berikut adalah nama-nama yang berhasil meraih medali dan honorable mention dari tim Indonesia.
1.         Raja Oktovin P. Damanik point 43 dari UI (Perak)
2.         Ronald Widjojo point 40 dari ITB (Perak)
3.         Made Tantrawan point 36 dari UGM (Perak)
4.         Satria Stanza P. point 33 dari ITS (Perunggu)
5.         Yohanes point 29 dari UPH (Perunggu)
6.         Kistosil Fahim point 20 dari ITS (Honorable Mention)
7.         Bernard Imanuel point 20 dari UI (Honorable Mention)
8.         Rizky Reza Fauzi point 14 dari UI (Honorable Mention)

Pada 1 Agustus 2012 peserta Tim IMC dari Indonesia kembali ke Indonesia dan diantar oleh staf KBRI untuk Sofia, Bulgaria dan tiba di Tanah Air pada 2 Agustus 2012.

Sumber:
http://indonesiaproud.wordpress.com/2012/08/08/tim-mahasiswa-indonesia-raih-3-perak-2-perunggu-3-honorable-mention-di-international-mathematics-competition-bulgaria/
Cosplayer Indonesia Sabet Juara 3 di World Cosplay Summit 2012 Championship, Jepang

Cosplayer Indonesia Sabet Juara 3 di World Cosplay Summit 2012 Championship, Jepang

cosplayer2012 di indonesiaproud wordpress com
Indonesia, negara yang baru pertama kali mengikuti World Cosplay Summit pada tahun ini di Nagoya, Jepang (4/8) tidak disangka-sangka bisa menyabet gelar juara ketiga menyingkirkan kontestan langganan lainnya.

Tim Indonesia yang terdiri atas Yesaya Marito dan Rizki Karismana dengan Cosplay Kidou Keisatsu Patlabor atau yang lebih dikenal dengan nama Mobile Police Patlabor  ini ternyata mampu menampilkan performa yang sangat bagus serta kostum yang apik. Yesaya sendiri berperan sebagai Ingram dan Rizki berperan sebagai Griffon.
World Cosplay Summit adalah acara tahunan yang diadakan oleh TV Aichi Jepang yang dulunya merupakan acara kecil.
Namun, sejak tahun 2005, acara ini mulai menjadi ajang tahunan bagi para cosplayer dari seluruh dunia untuk merebutkan gelar cosplayer terbaik di planet ini.

Indonesia, bersama dengan Inggris dan Rusia baru saja mengikuti acara bergengsi ini tahun 2012 dan menambahkan total negara partisipan menjadi 20 negara dengan  total penonton tahun ini mencapai 18.000 orang.

WCS2012 di indonesiaproud wordpress comAdapun daftar para juara dan honorable mention World Cosplay Summit 2012 adalah sebagai berikut.

Juara 1: Japan Team (Shimotsuki Yukari dan KAITO) Costume: Hakuouki

Juara 2: Singapore Team (Frank Koh dan Valerie) Costume: Sousei no Aquarion

Juara 3: Indonesia Team (Yesaya Marito dan Rizki Karismana) Costume: Kidou Keisatsu Patlabor

Best Wig: Brazil Team (Bruno Lorandi Pabno dan Debora Guerra do Silva) Costume: Tekken 6

Brother Team: Singapore Team (Frank Koh dan Valerie) Costume: Sousei no Aquarion



Sumber: http://indonesiaproud.wordpress.com/2012/08/07/cosplayer-indonesia-sabet-juara-3-di-world-cosplay-summit-2012-championship-jepang/

PS Vocalista Angels dari Klaten Raih 3 Emas di World Choir Games, Cincinnati AS

wgc2012 di indonesiaproud wordpress com
Vocalista Angels, paduan suara anak-anak dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, lewat penampilan mereka yang memukau berhasil meraih 3 medali emas di ajang kejuaraan paduan suara internasional 7th World Choir Games yang diselenggarakan pada 4-14 Juli lalu di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat.

Vocalista Angels bersaing dengan lebih dari 400 tim paduan suara yang berasal dari 80 negara dan berhasil meraih emas untuk 3 kategori, yakni scenic folklore (folklore dengan koreografi), childrens’s choir, dan show choir.

Sebetulnya, Vocalista Angels hanya menargetkan bisa mempertahankan 2 medali emas untuk kategori scenic folklore dan children’s choir.

“Raihan ini tentu melebihi target kami,” komentar sang pelatih, Yason Christy Pranowo. “Kami memainkan tiga kategori tersebut. Dan ketiga-tiganya kami mendapatkan medali emas,” ujarnya.

Apalagi di samping itu, Vocalista Angels pun menyabet predikat champion of champions karena mendapatkan nilai tertinggi di antara para peraih emas yang lain.

Sebelumnya, Vocalista Angels telah menjuarai berbagai kejuaraan paduan suara tingkat dunia. Salah satunya World Choir Championship di Korea Selatan tahun 2009.

Perjalanan Meraih Emas
Vocalista Angels di indonesiaproud wordpress comPaduan suara anak-anak asal Klaten ini berangkat ke Cincinnati pada 8 Juli 2012. Di sana, mereka harus bersaing dengan ratusan grup paduan suara dari berbagai negara. Vocalista Angels mendapat giliran tampil pada 12 dan 13 Juli 2012 dengan membawakan 12 lagu.

Untuk kategori children’s choir , Vocalista Angels membawakan 4 lagu bebas. Untuk kategori scenic folklore  membawakan 3 lagu tradisional disertai gerakan dan tarian. Sedangkan untuk kategori show choir membawakan 5 lagu pop.

Meski prestasi puncak berhasil diraih, usaha mereka bukan tanpa kendala. Untuk menyiapkan diri menjelang pentas, grup ini kesulitan mencari tempat berlatih. Ketika melihat lahan kosong yang berada tak jauh dari perkantoran, mereka pun antusias untuk bernyanyi. Ternyata suara mereka menggangu orang yang sedang bekerja sehingga mereka harus meninggalkan tempat itu.

Soal makanan, juga menjadi masalah besar bagi grup vokal ini karena makanan di sana umumnya bahannya serba mentah, tanpa bumbu, dan banyak mengandung susu. Khawatir makanan tersebut mempengaruhi suaranya, mereka terpaksa hanya makan roti.

Dari sejumlah grup paduan suara anak-anak dunia, yang menjadi saingan berat mereka adalah grup-grup dari Cina, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan.

Meskipun Vocalista Angels berhasil meraih prestasi emas, grup-grup paduan suara dari Indonesia masih harus terus belajar dengan tekun dan keras karena, di peringkat dunia, grup-grup paduan suara Indonesia masih menduduki rangking bawah.

Menurut catatan dari organisasi penyelenggara paduan suara dunia, Interkultur, paduan suara Indonesia baru menduduki peringkat 14 yang diraih oleh Elfa’s Singer. Sementara Vocalista Angels masih berada di peringkat 47.

Sedangkan untuk kategori Children’s and Youth Choir , dari Indonesia peringkat tertinggi dipegang Karangturi Choir dengan peringkat 34. Sedangkan Vocalista Angels berada di peringkat 44.

Untuk kategori Pop, Jazz, dan Gospel , Elfa’s Singer menduduki peringkat 2, disusul The Sparkling Indomaret Vocal Group pada peringkat 15, dan Gema Sangkakala Choir pada peringkat 19.

Untuk kategori Folklore , Vocalista Angels berada di peringkat 5, Perbanas Institute pada peringkat 16, dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin pada peringkat 17.



Sumber:http://indonesiaproud.wordpress.com/2012/08/06/ps-vocalista-angels-dari-klaten-raih-3-emas-di-world-choir-games-ohio-as/
Menjaga Tujuan Wisata dari Sampah

Menjaga Tujuan Wisata dari Sampah

Keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan adalah tujuh butir Sapta Pesona yang diharapkan dapat terwujud seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di sini adalah tidak membuang sampah sembarangan di tempat tujuan wisata. Bagaimana pun  juga kebersihan dan keindahan tempat wisata adalah tanggung jawab semua pihak.
Pada Sabtu (4/8), Kompasiana kembali menggelar Monthly Discussion (MODIS) dan buka puasa bersama di Balairung Soesilo Soedharman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Acara bertema “Sampah di Destinasi Wisata” tersebut mengundang sejumlah pembicara Kompasioner (blogger Kompasiana).

Seperti diketahui, permasalahan sampah di Indonesia cukup serius dan memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak. Sebelum masuk ke acara inti, MODIS dibuka oleh moderator admin Kompasiana, Iskandar Zulkarnaen, sebagai wakil dari Kompasiana sekaligus moderator acara. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Frans Teguh (Kepala Bidang Perencanaan dan Hukum) yang merupakan wakil dari Kemenparekraf menggantikan Sapta Nirwandar (Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) mengemukan tentang isu sampah di garis pantai Indonesia. Ia menyampaikan hal tersebut cukup memprihatinkan dan menyampaikan tentang program Sapta Pesona sebagai kebijakan dalam dunia pariwisata di Indonesia.

Sri Bebasari, wakil dari Asosiasi Sampah Indonesia, menyorot betapa permasalahan sampah di Indonesia masih memerlukan perhatian dan solusi yang serius dari berbagai pihak. Dalam paparannya, ia menampilkan banyak foto sampah di destinasi wisata, khususnya pantai. Hal yang lebih menyedihkan adalah beberapa pelaku wisata seperti hotel dan kapal pesiar membuang sampah yang mereka hasilkan langsung ke laut!

Indonesia yang menargetkan sekira 8 juta wisatawan di tahun 2012 ini tentu perlu juga  memerhatikan bagaimana mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan pariwisata. Diperkirakan, setiap harinya sampah yang dihasilkan setiap orang adalah sekira 0,5 kg per orang. Bayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan sekira 8 juta wisatawan per hari? Totalnya mencapai 12 ton. Tentu ini persoalan serius mengingat kebersihan lingkungan adalah juga bentuk investasi.

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup memaparkan tema utama prinsip 3R (reducereuse, dan recycle) sebagai landasan kebijakan pengelolaan sampah. Sementara itu, public relation dari Pocari Sweat mensosialisasikan program terbaru mereka, “Sahabat Peduli Lingkungan”. Sejauh ini, program tersebut melibatkan pelajar dan komunitas untuk bersama-sama membersihkan pantai dan mengolah sampah menjadi barang yang berguna. Di satu titik pantai saja, sampah yang berhasil dikumpulkan ratusan simpatisan dapat mencapai 65o kilogram, bahkan lebih. Selanjutnya, sampah yang terkumpul dikirim ke bank sampah untuk pengolahan lebih lanjut.

Pada sesi terakhir, Amelia Agustin yang dijuluki Ratu Sampah menggugah peserta untuk melakukan tindakan nyata dalam mengatasi sampah. Siswi SMAN 11 Bandung yang berusia 16 tahun ini memulai aksinya bersama 9 orang temannya sejak sekira 4 tahun yang lalu. Go to Zero Waste School adalah nama gerakan nyata yang mereka lakukan sejak masih duduk di bangku SMP. Sepulang sekolah, mereka menyortir sampah di sekitar lingkungan sekolah, yaitu yang mudah terurai (degradable) dan tidak mudah terurai (non-degradable). Sampah yang mudah terurai atau busuk dibuat menjadi kompos, sementara sampah lainnya diolah menjadi barang yang berguna, seperti tas, dompet, kertas daur ulang, dan lainnya.

Ami, demikian panggilan akrabnya, juga mengajak ibu-ibu di lingkungan rumahnya untuk lebih produktif dan menghasilkan nafkah dengan cara mengolah sampah, seperti plastik dan kertas menjadi barang yang lebih berguna. Dalam hal ini, Ami membelikan mesin jahit modern dari uang yang ia peroleh sebagai pemenang penghargaan Satu Indonesia Award 2011 demi menunjang salah satu program pengelolaan sampahnya “From Trash to Trashion”.

“Jika kita bukan orang sembarangan maka tidak akan membuang sampah sembarangan”. Demikian slogan yang beberapa kali dikemukan Ami sebagai salah satu gerakan kecil yang dapat dilakukan tiap individu dalam usaha mengatasi sampah.

Acara diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan buka bersama. Semoga semakin banyaknya orang yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, lingkungan kita akan lebih sehat, bersih, indah, dan tertib.

Sumber:
http://www.indonesia.travel/id/news/detail/808/menjaga-tujuan-wisata-dari-sampah
KRI Dewaruci Singgahi Portugal dan Spanyol

KRI Dewaruci Singgahi Portugal dan Spanyol

Setelah menyeberangi Samudera Atlantik selama dua minggu dari St. John’s, Canada (13/7), KRI Dewaruci kali ini singgah di Porto, Portugal pada 26 Juli 2012. Kota ini merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Lisabon yang merupakan ibu kota negara. Portugal sendiri pada abad pertengahan sempat merajai lautan dengan maritim terkuat di dunia dengan menaklukkan sejumlah wilayah di Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Selatan.

Seperti biasa kehadiran kapal layar tiang tinggi kebanggaan Indonesia tersebut bersandar dengan parade roll dikomandani oleh Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto. Tradisi tersebut dilakukan di Dermaga Doca 1 Norte do Porto de Leixoes, Avenida da Liberdade, S/N 4450-718 Leca da Palmeria, tempat dimana KRI Dewaruci sandar.

Sandarnya KRI Dewaruci di salah satu bangsa tertua di Semenanjung Iberia, Eropa Selatan tersebut menjadi wujud hubungan baik antara Indonesia dengan Portugal. Turut hadir pada penyambutan tersebut diantaranya Duta besar RI untuk Portugal, Albert Martondang beserta staf, Atase Laut RI di Den Haag, Kolonel Laut (T) Wisnu Sumarto, dan beberapa pihak dari Angkatan Laut Portugal (Portuguese Navy). Selesai acara penyambutan resmi, para pejabat memasuki kapal dihibur tari rantak yang dimainkan oleh lima orang tamtama anggota KRI Dewaruci di geladak tengah. Berikutnya menerima kunjungan kehormatan Wakil Walikota Matosinhos, Dr. Nuno Oliveira diterima Komandan KRI Dewaruci di ruang saloon diakhiri saling tukar menukar cenderamata. Komandan KRI Dewaruci pada hari yang sama juga melaksanakan kunjungan kehormatan Komandan Zona Maritim Utara, CMG Vitor Manuel Martins dos Santos di Leca da Palmeira.

Kegiatan selama tiga hari KRI Dewaruci di Porto juga menerima kunjungan dari Epromet School, kunjungan dalam kota Leixoes dan Porto, buka puasa bersama jajaran KBRI Lisabon dan Konhor RI di Porto bertempat di Avenida Sidonio Pais, menghadiri gala opening festival tari internasional rio di Barcelos bertempat di Largo Guilherme Gomes Ferdandes dan melaksanakan cocktail party. Setiap hari tidak luput juga dilaksanakanopenship.


Menyambangi Cadiz, Spanyol
Dalam pelayaran etape ke-16 dari Porto, Portugal menuju Cadiz, Spanyol, KRI Dewaruci mengarungi lautan dengan gelombang laut, cuaca, angin, suhu bersahabat. Jarak tempuhnya saat itu sekira 410 mil dengan kecepatan kapal tujuh knot. Selama waktu tempuh tiga hari KRI Dewaruci melaju dengan kecepatan rata-rata 8 knot sehingga satu hari lebih cepat dari yang dijadwalkan. Selama pelayaran di bulan Ramadhan, awak kapal tetap menjalankan ibadah puasa. Bahkan diadakan juga kegiatan rohaniah seperti sholat tarawih berjamaah, ceramah agama dan kegiatan agama lainnya.

KRI Dewaruci akhirnya sandar sempurna di dermaga Cadiz, Spanyol, pada 1 Agustus 2012. Berikutnya menggelar apel kelengkapan di geladak H pukul 09.00, serta tepat pukul 11.00 kapal lego jangkar. Selesai acara penyambutan resmi para pejabat memasuki kapal dan diterima di ruang saloon (ruang tamu). Turut hadir pada penyambutan tersebut diantaranya Atase Pertahanan (Athan) RI di Madrid, Kolonel CAJ Erry Herman, S.E., M.P.A., staf KBRI Madrid, dan bagian protokoler serta beberapa staf Angkatan Laut Spanyol.

Berikutnya komandan KRI Dewaruci dan beberapa perwira kapal melaksanakan Courtessy Call (CC) diantaranya Komandan Pangkalan Angkatan Laut Rota, Kepala Perwakilan Pemerintah Spanyol di Cadiz, Walikota Cadiz, Deputi Provinsial, Komandan Maritim Angkatan Laut Spanyol Wilayah Cadiz dengan didampingi Athan dan staf KBRI. Siang harinya dilaksanakan tour oleh seluruh kru KRI Dewaruci dengan tujuan kota Sevilla dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Selam tiga hari di Cadiz, awak KRI Dewaruci melaksanakan kunjungan dinas  ke intansi dan museum Angkatan Laut Spanyol di Cadiz, menerima kunjungan kehormatan dari Dubes RI di Madrid, CC Komandan KRI Dewaruci dengan Duta Besar RI untuk Madrid dan Athan, serta tentunya melaksanakan cocktail party dan openship.

Pada Sabtu, 4 Agustus 2012, kapal kebanggan TNI AL itu bertolak meninggalkan Cadiz menuju Malta. Tujuan muhibah KRI Dewaruci mengelilingi dunia ini juga adalah untuk mempromosikan atraksi budaya dan beragam destinasi wisata Indonesia. KRI Dewaruci akan melakukan misi pelayaran yang terakhir dalam “Kartika Jala Krida” (KJK). Kapal ini berangkat dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya pada 14 Januari 2012 dan tiba kembali di Surabaya pada 16 Oktober 2012. Adapun rute muhibahnya, yaitu: Surabaya - Jayapura, Jayapura - Kwajelein (AS), Kwajelein-Honolulu (AS), Honolulu - San Diego (AS), San Diego - Manzanillo (Meksiko), Manzanilli - Panama, Panama - New Orleans (AS) , New Orleans - Miami (USA), Miami - Charleston (USA), Charleston - New York (AS), New York - Norfolk (USA), Norfolk - Baltimore (AS), Baltimore - Boston (USA), Boston - St Yohanes (Kanada), St John - Porto (Portugal), Porto - Cádiz (Spanyol), Cadiz - Malta, Malta-port Said (Mesir), port Said - Jeddah (Arab Saudi), Jeddah - Salalah (Oman), Salalah - Colombo (Srilanka), Kolombo - Belawan (Indonesia), Belawan - Jakarta, Jakarta-Surabaya.

Indonesia adalah sedikit negara di dunia ini yang angkatan laut-nya masih mempertahankan tradisi mengarungi lautan dunia dengan kapal layar. Muhibah KRI Dewaruci di edisi ke-59 tersebut dapat dikatakan fenomenal mengingat kapal buatan Jerman tahun 1952 tersebut usianya hampir 60 tahun. KRI Dewaruci sendiri memiliki 16 layar berbagai ukuran dengan panjang kapal 58,30 m, lebar 9,50 m, draft 4,5 m, berat 874 ton, kecepatan mesin 10,5 knot dan layar 9 knot serta luas layar 1.091 meter persegi. Kapal ini merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi.

Sumber:
http://www.indonesia.travel/id/news/detail/809/kri-dewaruci-singgahi-portugal-dan-spanyol
Bertemu Raksasa Laut yang Ramah di Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Bertemu Raksasa Laut yang Ramah di Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Ketika tanah dan laut berpadu lalu tubuh Anda tercelup dalam fantasi yang menggugah maka pertemuan dan interaksi dengan ikan terbesar di muka bumi ini akan menjadi pengalaman yang amat spesial. Rasakan sendiri secara langsung sensasi menyelam bersama hiu paus di Kwatisore, Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Di biru kobalt laut Papua yang jernih dan bersih akan Anda dapatkan pengalaman takan terlupakan seumur hidup karena ikan raksasa tersebut telah menjadi penyingkapan besar dalam dekade ini.

Hiu paus (Rhincodon typus) tercatat sebagai ikan terbesar di muka Bumi saat ini. Bayangkan bobotnya bisa mencapai 21 ton, panjangnya hingga 14 meter serta umurnya sampai 150 tahun. Hewan menakjubkan ini terlihat pada masa-masa tertentu di beberapa negara saja, yaitu mulai dari Afrika Selatan, Filipina, Australia, dan Indonesia. Mereka berpindah-pindah dengan bermigrasi untuk mencari tempat makan dan bertelur. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hewan yang sejatinya ramah namun penuh misteri ini dapat ditemui sepanjang tahun di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih di Papua Barat dan Papua. Di sinilah Anda dapat berenang dan bermain gelembung bersama mereka, bagaimana berani mencoba?

Memang kini saatnya Anda mengalihkan perhatian atau melabelkan wisata menyelam di Papua hanya pada Raja Ampat saja, mengapa? Itu karena sebenarnya Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) adalah taman nasional dengan  perairan terluas di Indonesia dan memiliki kekayaan biota laut dalam takaran lebih dari cukup. Kawasan nan indah ini membentang dari Kabupaten Teluk Wondama di Provinsi Papua Barat, hingga Kabupaten Nabire di Provinsi Papua. Perairan yang luas dan dilindungi itu semakin istimewa karena berjodoh dengan keberadaan hiu paus yang berukuran besar sekaligus menakjubkan.
Hiu paus (Rhincodon typus) dinamai masyarakat Papua Barat sebagai gurano bintang dan oleh masyarakat Nabire di Provinsi Papua disebut hiniota nibre. Hewan raksasa itu sempat mendapat anggapan sebagai pembawa sial apabila nelayan melihatnya di perairan sehingga biasa disebut Sang Hantu. Akan tetapi, kini anggapan itu sirna karena nelayan di Kwatisore telah lama bersahabat dengannya, bahkan ibaratnya kini menjadi hewan peliharaan yang hidup di alam bebas. Ingin tahu jelasnya bagaimana?

Di Desa Kwatisore, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, hiu paus ini bersahabat dengan nelayan setempat. Mereka muncul berkelompok setiap hari di sekitar bagan nelayan (perahu sejenis keramba terapung dengan jaring penangkap ikan di bawahnya) dengan kemunculan selama berjam-jam. Hiu paus itu rupanya tertarik dengan sekumpulan ikan puri (sejenis ikan teri) yang tertangkap dalam jaring terapung di bawah bagan dan juga menanti ikan mati yang dilemparkan nelayan. Mereka biasanya mendekati bagan secara berkelompok hingga enam ekor. Padahal sifat hewan ini sebenarnya penyendiri, pemakan plankton, dan seringnya berada di bawah permukaan laut hingga kedalaman ratusan meter. Perlu diketahui bahwa di Australia, wisatawan harus menunggu saat musim panas untuk melihat hiu paus dan itu pun perlu digiring terlebih dahulu agar bisa ditonton.

Bagan nelayan di Kwatisore adalah sebuah perahu terapung berukuran 18 x 18 meter yang dikonversi menjadi lokasi penangkap ikan puri berbentuk persegi dengan bagian bawahnya terpasang jaring. Papan kayu dipasang menghubungkan antar sudut dan dideretkan banyak lampu untuk penerang saat malam agar ikan puri mendekat dan masuk dalam jaring. Jumlah bagan di perairan ini cukup banyak lebih dari sepuluh dan keberadaannya perlu terdaftar di Dinas Kelautan dan Perikanan.

Di Kwatisore, hiu paus sudah terbiasa diberi makan ikan puri dan sering berinteraksi dengan penyelam. Saat penyelam mendekatinya maka ikan raksasa ini akan dengan santainya berenang bersama. Tidak seperti hiu lain yang memiliki gigi tajam, hiu paus memiliki gigi halus di ujung mulut bagian dalamnya. Caranya makan adalah menyedot air laut sembari menjaring plankton dan ikan kecil yang masuk bersama air ke mulutnya.

Biasanya sesaat sebelum dan sesudah Bulan Purnama, hiu paus tidak muncul karena nelayan tidak dapat menangkap ikan puri akibat terangnya cahaya Bulan sehingga lampu-lampu pada bagan tersebut kurang menarik lagi bagi ikan puri. Puncak penangkapan ikan puri di kawasan ini berlangsung antara Desember dan Januari.

Sudah jadi ketentuan setiap operator diving akan membayar ikan puri yang disediakan nelayan dengan membelinya seharga 1 juta untuk sehari agar penyelam dapat melihat langsung secara lebih dekat. Anda dapat juga memberi makan hiu paus ini langsung dari atas bagan. Kegemarannya memakan ikan puri  ketimbang plankton di Kwatisore jelas adalah hal yang unik dan luar biasa.

 

Atraksi menarik ini sebenarnya tidak sengaja dimulai sejak tahun 2000 bersamaan saat nelayan setempat membangun bagan di tengah laut. Saat itu, hiu paus pun mulai berdatangan menyambangi bagan karena tertarik dengan ikan puri yang tertangkap di jaring bawah bagan tersebut. Ikan puri di dalam jaring kemudian sering didatangi dan dihisap hiu paus. Sebenarnya tidak ada ikan yang berhasil ia makan kecuali pada jaring yang bolong. Seringnya hiu paus menghisap ikan puri dalam jaring justru membuat sebagian ikan di dalam jaring mati lalu dibuang nelayan ke laut. Kebiasaan membuang ikan puri inilah yang membuat hiu paus sering berada di sekitar bagan dan seolah menjadi hewan peliharaan. Saat itu pula masyarakat setempat menyadari bahwa ikan raksasa ini sebenarnya tidak berbahaya.
Banyak misteri dari kehidupan hiu paus yang belum terkuak. Christoph Rohner, peneliti dari Universitas Queensland, mengemukakan bahwa ternyata ukuran tubuh hiu paus dapat mencapai 20 meter. Hal itu berdasarkan cara pengukuran terbaru dengan laser yang ditempatkan 50 cm dari kamera pada hiu yang sedang bergerak. Metode ini menghasilkan ukuran yang akurat daripada metode photogrammetery sebelumnya. Selain itu, hewan yang diperkirakan ada sejak 60 juta tahun lalu itu rupanya memasuki usia subur pada usia 30 tahun. Reproduksinya relatif lambat dibandingkan dengan ikan lain yang ada di muka bumi.
Mengacu pada International Union for the Conservation of Nature dan Resources, jelas hewan ini tergolong dilindungi. Oleh karena itu, keberadaannya yang sepanjang tahun dapat dilihat di Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) adalah sebuah fenomena sekaligus daya tarik wisata bahari yang unik di dunia.

Catatan TNTC hingga 2012 ada sekira 40 ekor hiu paus yang hidup di kawasan teluk ini. Mereka selalu ada sepanjang tahun dan sering ditemukan berkelompok. Penemuan hiu paus yang terbesar memiliki panjangnya sekira 14 meter dan berbobot 15 ton. Saat ini, perlindungan hanya mengacu bahwa hiu paus adalah satwa yang rentan. Status perlindungan hiu paus ini perlu ditingkatkan sebagai satwa dilindungi seperti dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Jangan sampai terlambat dan keadaan berbalik seperti tahun 2005 saat hiu terancam karena perburuan siripnya. Lalu keberadaan hiu paus ini di Taman Nasional Teluk Cendrawasih bisa jadi hanya tinggal cerita saja dan penyesalan anak cucu. Tidak ada seorang pun tahu apa lagi yang dapat ditemukan dari penyingkapan di Teluk Cendrawasih. Indonesia layak bangga pada masyarakat Papua di Teluk Cendrawasih yang bekerja sama dengan para peneliti dan aktivis lingkungan untuk menjaga keberadaan ikan terbesar di muka bumi ini.

Bermainlah ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih, tepatnya ke Kwatisore. Di sini Anda dapat menyelam atau snorkeling sembari berinteraksi dan bermain bersama  hiu paus yang jinak. Anda yang belum berminat mencemplung maka bisa memberi makan hewan ini dari atas bagan. Hiu paus adalah alasan kuat mengapa berwisata ke bagian timur Indonesia dapat menjadi begitu spesial. Sepulangnya bertemu hiu paus yang luar biasa itu dipastikan benak Anda dipenuhi rasa terpesona. Jadi, ada pilihan lain berwisata bahari di Papua selain ke Raja Ampat bukan!

Untuk datang ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih, waktu yang bersahabat adalah antara Mei dan Oktober meskipun hiu paus dapat ditemui di sini sepanjang tahun. Tersedia penerbangan dari JakartaSurabaya, Denpasar, Makassar menuju Biak, berikutnya menggunakan pesawat Susi Air ke Manokwari atau Nabire. Tersedia juga  penerbangan dari Jayapura ke Biak. Anda yang datang dari Jakarta dan Makassar dapat memanfaatkan penerbangan dengan Batavia ke Manokwari. Dari Manokwari ke TNTC dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut sejauh 95 km. Maskapai Lion menyediakan penerbangan dari Jakarta langsung ke Nabire. Sementara dari Nabire ke TNTC menggunakan perahu motor sejauh 38 km atau sekira 3 jam.


Apabila Anda berminat atau bermimpi melakukan live aboard dengan kapal phinisi maka tersedia operator diving live aboard (LOB) yang melayani jasa penjelajahan di Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Operator diving live aboard dapat ditemui di Bali, Raja Ampat,  dan Sorong. Bagaimana pun juga perjalanan dengan cara live aboard adalah yang paling logis untuk menjelajahi banyak titik menyelam secara sekaligus di TNTC yang sulit dijangkau, tersebar, dan jauh dari daratan. Pilihlah operator yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Pihak operator akan mengatur segala kebutuhan Anda selama tinggal berhari-hari di atas kapal. Mereka juga akan mengarahkan pada banyak titik menyelam, mengatur perlengkapan, mengecek arus, menunggu dan memandu Anda selama penyelaman, hingga melayani kebutuhan makanan. (him)

Ketahui bagaimana rasanya berpetualang dengan cara live aboard (LOB) di atas kapal kayu phinisi ke Teluk Cendrawasih di tautan berikut.

Baca juga laman berikut untuk mengetahui lebih banyak tentang Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Termasuk di dalamnya informasi operator diving yang tersedia di sana.


Foto Credit: Michael Sjukrie dan Saifanah
Mahasiswa Unnes Buat Baterai Sel Kering Berbahan Lumpur Lapindo

Mahasiswa Unnes Buat Baterai Sel Kering Berbahan Lumpur Lapindo

unnes di indonesiaproud wordpress comLumpur Lapindo selama ini hanya dilihat sebagai bencana dan belum banyak dimanfaatkan. Namun, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes),  justeru mengembangkan pembuatan baterai sel kering (dry cell battery) dengan material lumpur panas Sidoarjo atau lumpur Lapindo.

“Selama ini, lumpur Sidoarjo hanya dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk membuat genting, batu bata, dan lukisan,” kata Aji Christian Bani Adam, mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA (MIPA) Unnes  di Semarang.

Aji mengakui bahwa meluapnya lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada 2006 memang menjadi tragedi memilukan, sebab banyak masyarakat kehilangan rumah dan harta benda karena tertimbun lumpur.

“Kami berpikir material lumpur sebanyak itu sia-sia kalau tidak dimanfaatkan. Setelah kami teliti, ternyata lumpur Sidoarjo memiliki kadar garam tinggi mencapai 40 persen dan kandungan berbagai logam,” katanya.
Aji bersama ketiga kawannya, yakni Umarudin (FMIPA), Oki Prisnawan (Fakultas Ekonomi), dan Yoga Pratama (Fakultas Ilmu Keolahragaan) kemudian mulai serius meneliti dan mengembangkannya untuk membuat baterai kering.

Proses pembuatan baterai kering yang dinamainya Lusi Cell, singkatan dari Lumpur Lapindo, itu masih dilakukan secara manual dengan memanfaatkan selongsong baterai bekas yang isinya diganti material lumpur Lapindo.

“Sebelumnya, kami lakukan ekstraksi logam yang terkandung dalam lumpur, seperti mangaan, merkuri, dan sebagainya. Kemudian, dikomposisi dengan bahan-bahan kimia menjadi sel kering,” kata mahasiswa asal Banyumas itu.

Sel-sel kering itu kemudian dimasukkan dalam selongsong baterai bekas berbagai merek yang selama ini menjadi limbah, kata dia, sehingga penemuan itu sekaligus mendaur ulang baterai-baterai yang sudah habis terpakai.

Mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk membuat satu buah baterai berkapasitas 1,5 volt dari lumpur Lapindo. Saat ini mereka sudah memproduksi sebanyak 20 baterai.

“Kami jual baterai itu dengan harga Rp3.000/buah, sementara kalau membeli satu paket berisi empat baterai cukup Rp10 ribu. Setiap pembelian paket ini kami donasikan satu kilogram beras bagi korban lumpur,” kata Aji.

Penemuan baterai karya mahasiswa Unnes ini menyabet juara kedua ajang “Technopreneurship 2012″, setelah Universitas Indonesia sebagai juara pertama. Sementara, juara ketiga Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sumber: antaranews.com - indonesiaproud.wordpress.com

Selamatkan Terumbu Karang Dunia

Selamatkan Terumbu Karang Dunia

Sepertiga garis pantai tropis dunia terbentuk oleh terumbu karang. Ini adalah lingkungan yang amat produktif, yaitu 100 kali lebih produktif dibanding laut di sekelilingnya. Terumbu karang membentuk habitat biologis yang menyokong kehidupan bagi spesies di sekitarnya serta memasok sembilan juta dari 75-100 ton hasil tangkapan ikan dunia. Bayangkan ada sekira 130 juta orang yang tinggal di kawasan  terumbu karang dan mengandalkan ekosistemnya untuk mendapatkan pangan, pekerjaan, dan juga usaha wisata.
Indonesia bersama lima negara di Indo-Pasifik, yaitu Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, sepakat untuk serius mengupayakan pelindungan terhadap wilayah pesisir dan ekosistem terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) di dunia. 6 negara yang merupakan anggota Coral Triangle Initiative for Coral Reef, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) ini mencanangkan 9 Juni sebagai Hari Terumbu Karang (Coral Triangle Day) atau CT Day dan akan diperingati setiap tahunnya. Penetapan ini dilakukan setelah seluruh negara anggota CTI-CFF memperingati Hari Kelautan Sedunia pada 8 Juni 2012 lalu.

Coral Triangle Initiative for Coral Reef, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) sendiri merupakan panggung keilmuan dunia yang dihadiri lebih dari 150  ilmuwan, praktisi dan pemerintah dari negara anggota dan terdapat sekitar 170 naskah akademik yang disampaikan dalam berbagai sesi.

Indonesia menghimbau sekaligus mengajak dunia internasional untuk memberikan perhatian secara serius dan nyata dalam menyelamatkan terumbu karang serta sumber daya perikanan yang berada di wilayah Segitiga Karang. Seperti diketahui bahwa kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) merupakan wilayah lautan dikenal kaya akan biodiversitas biologi serta besarnya potensi kekayaan hayati laut. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo dalam forum internasional tersebut. Sharif menyampaikan kesiapan dan komitmennya Indonesia terhadap program-program  Coral Triangle Initiative-Coral Reefs, Fisheries and Food Security  (CTI-CFF) dengan menjadikannya sebagai kerangka kerja pelaksanaan dari konsep ekonomi biru (blue economy).

Konsep ekonomi biru (blue economy) fokus pada sektor kelautan dan perairan dengan menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan daya dukung lingkungan sehingga dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Di sisi lain lanjutnya, ekosistem kelautan yang sehat dapat menunjang hajat hidup masyarakat, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Penerapan konsep ekonomi di sektor kelautan dan perikanan diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi yang lebih seimbang antara pemanfaatan sumber daya dan upaya melindungi lingkungan. Hal ini karena akan lebih banyak aktivitas ekonomi yang berkembang di sektor kelautan dan perikanan. Dengan konsep itu pula diharapkan terjadi perubahan orientasi kebijakan dan keseimbangan antara pembangunan berbasis daratan dan kelautan.

Pelestarian terumbu karang akan mendukung konsep blue economy sebagai paradigma baru pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Prinsip blue ocean-blue sky adalah tatanan ekonomi dengan sistem produksi efisien tanpa limbah dan diimbangi dengan pengendalian pola konsumsi. Tujuannya untuk menekan keserakahan manusia sehingga mendorong ekonomi terus maju, tapi langit dan laut tetap biru.
Dalam KTT Bumi Rio+20 yang sudah berlangsung pada 20-22 Juni lalu, forum tersebut menyepakati untuk memperkuat komitmen bersama terhadap pelaksanaan program-program CTI-CFF yang tertera pada Rencana Aksi Regional (RAR) dan Rencana Aksi Nasional (RAN). Rencana Aksi tersebut sangat komprehensif dalam berbagai program pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan dan merupakan hasil dari kesepakatan enam negara ketika mendeklarasikan terbentuknya inisiatif regional CTI-CFF pada 2009 di Manado.


Kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia di Indo-Pasifik

"Peran terumbu karang terhadap kehidupan jauh lebih besar daripada yang kita pahami sekarang... Apabila ada sebuah perairan dengan terumbu karang maka akan ada tumbuhan dapat hidup sehingga hidup pula di situ invertebrata dan ikan. Sebaliknya, dimana tidak ada lagi terumbu maka tidak ada ikan, padahal ketergantungan masyarakat terhadap produksi ikan laut cukup tinggi."
(Diane Kleine, Project Manager dari Coral Watch-University of Queensland, Brisbane, Australia)
Dewasa ini terumbu karang mengalami sejumlah tekanan serius yang mengancam kelestariannya seperti perubahan iklim, pemutihan karang (coral bleaching) akibat kenaikan suhu air, penangkapan ikan yang merusak, pencemaran, dan sedimentasi. Sebuah laporan dari International Coral Reef Symposium di Cairns, Australia mengutarakan bahwa lebih dari 85% terumbu karang di kawasan Segitiga Karang 9 Coral Triangle) Asia kian terancam terutama akibat berbagai aktivitas manusia dan perubahan iklim. Ancaman tersebut datang dari berbagai hal seperti pembangunan di kawasan pesisir pantai, polusi, dan penangkapan ikan secara besar-besaran.

International Coral Reef Symposium sendiri digelar sekali setiap empat tahun dan diikuti lebih 2.000 ilmuwan dari 80 negara untuk menyampaikan berbagai kemajuan terbaru dalam konservasi terumbu karang. Hasil riset dan temuan para ilmuwan tersebut dianggap fundamental untuk menginformasikan bermacam kebijakan nasional dan internasional serta pemanfaatan berkelanjutan terumbu karang secara global. Hasil laporan tersebut juga akan digunakan oleh enam negara (Indonesia, Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon) untuk mengembangkan manajamen terumbu karang mereka. Laporan tersebut merupakan kontribusi penting untuk mendukung enam negara Coral Triangle dalam mengambil keputusan-kepusan terkait upaya melindungi sumber daya laut.

Kawasan Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Pilipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Timur. Kawasan tersebut berisikan hampir 30 persen dari terumbu karang dunia dan menaungi lebih dari 3.000 species ikan. Selain itu, ada sekira 130 juta orang yang tinggal di kawasan  Coral Triangle dan mengandalkan ekosistem karang untuk mendapatkan pangan, pekerjaan, dan juga usaha wisata.

Terumbu karang merupakan biota yang menjadi tempat hidup tumbuhan kecil dan alga. Kawasan ini merupakan ekosistem produktif di pesisir, selain bakau dan lamun. Indonesia memiliki 85.000 kilometer persegi ekosistem terumbu karang dan representasi dari 14 persen terumbu karang dunia. Akan tetapi, Indonesia kini hanya memiliki kurang dari 7 persen dari terumbu karang yang kondisinya sangat bagus.

Indonesia berada di wilayah Segitiga Karang yang mencakup 4 dari 25 buah titik keanekaragaman hayati dunia. Segitiga Karang tersebut memiliki luas terumbu karang lebih dari 100.000 kilometer persegi dan ada 76 persen spesies karang dunia tercakup di dalamnya. Selain itu, ada beragam lagi potensi lainnya seperti 45 spesies mangrove, 13 spesies lamun, dan 2.228 spesies ikan.

Sejauh ini memang hasil penelitian terkait terumbu karang menyebutkan bahwa  terumbu karang di wilayah Indo-Pasifik ternyata lebih cepat mengalami pertumbuhan dan perbaikan dibanding terumbu sejenis yang ada di wilayah Karibia. Hal itu seperti diutarakan oleh Dr. George Roff dan Profesor Peter Mumby dari ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies dan Unversitas Queensland, dalam simposium Internasional Terumbu Karang Dunia di Cairns, Australia pada 12 Juli 2012.

Penyebab lebih tangguhnya terumbu karang di kawasan Indo-Pasifik karena memiliki rumput laut lebih sedikit dibanding di Karibia. Akibatnya rumput laut dan terumbu karang di laut saling berebut tempat untuk tumbuh. Jika rumput laut tumbuh lebih lamban seperti kondisi di Indo-Pasifik maka terumbu karangnya akan lebih cepat berkembang. Hal ini akan memberikan keuntungan lebih pada terumbu dibanding rumput laut. Faktor lain yang membuat terumbu karang di kawasan Indo-Pasifik terlindungi adalah melimpahnya ikan-ikan herbivora seperti ikan Botana (Surgeon fish) dan ikan Kakatua (Parrot fish) yang memakan rumput laut sebagai makanan utama mereka. Ada lebih dari 70 spesies dan enam genera ikan Kakatua, sementara di Karibia hanya ada 13 spesies dan dua genera ikan ini. Akan tetapi, hal tersebut tetap saja terumbu di seluruh dunia masih sangat terancam dengan perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Keberadaan terumbu karang di Indonesia merupakan salah satu daya tarik wisata bahari negeri ini. Di Indonesia setidaknya ada sekira 600 lokasi menyelam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, sebut saja beberapa di antaranya, yaitu: Pulau Alor dan Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Selat Lembeh dan Bunaken(Sulawesi Utara), Laut Banda (Maluku), Pulau Bangka (Bangka Belitung), Kepulauan Karimunjawa(Jawa Tengah), Raja Ampat (Papua Barat), Tulamben dan Nusa Penida (Bali), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Pulau Derawan (Kalimantan Selatan), Pulau Bintan (Riau), Kepulauan Seribu (Jakarta), dan ratusan lokasi menakjubkan lainnya. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pemahaman untuk menjaga terumbu karang sangat penting dan sudah menjadi tanggung jawab bersama.

Foto Credit: Michael Sjukrie

Sumber: http://www.indonesia.travel
Melindungi Ikon-nya Raja Ampat

Melindungi Ikon-nya Raja Ampat

Saat Anda tuliskan kata kunci Raja Ampat pada mesin pencari gambar di internet maka yang keluar adalah dominasi foto kepulauan Wayag. Pulau-pulau karang kecil dengan lautan biru jernih kehijauan ini memang menjadi ikon-nya Raja Ampat. Tidak mengherankan memang, Wayag adalah sari pati dari keindahan Raja Ampat dengan keindahan alam yang begitu nyata dalam bentuk dan warna alam memesona. Kemana pun pandangan dihempaskan, di bawah maupun dari atas maka yang terlintas hanya satu makna, yaitu kepuasan! Untuk tiba pada keindahan tempat ini jangan lihat mahal harga perjalanannya!
Kepulauan Wayag yang berada di Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat merupakan sederetan pulau-pulau kecil yang berparade dengan indahnya. Ikon-nya Raja Ampat ini sedang diupayakan untuk terus dilestarikan dan dilindungi dari kerusakan, salah satu upayanya dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat dengan mengusulkannya menjadi kawasan geopark. Proses tersebut kini dalam tahap pengusulan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Geopark sendiri adalah kawasan yang dianggap memiliki nilai ilmiah langka sekaligus mempunyai keindahan dalam suatu kawasan dengan struktur geologi unik. Keunikan tersebut dapat berupa komponen batuan, fosil, mineral, bentang alam, dan proses pembentukannya. Sekarang ini, pihak United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah melindungi puluhan aset geopark di 25 negara di dunia.
Kepala Bidang Promosi Pariwisata Raja Ampat, Klasina Rumbekwan, mengutarakan bahwa pihaknya mulai berupaya menjadikan Wayag sebagai geopark sejak tahun lalu. Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah melakukan sejumlah langkah persiapan, mulai dari survei, studi banding, hingga sosialisasi ke masyarakat.
Kepala Seksi Informasi Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Jarrich Haullussy, baru-baru ini juga mengutarakan hal serupa. “Kepulauan Wayag dusulkan menjadi kawasan geopark karena geologinya yang sangat unik. Bahkan setelah melakukan studi banding ke Langkawi, Malaysia, tentang kawasan geopark, diketahui bahwa Wayag memiliki kontur yang lebih unik dan lebih indah”.
Apabila Wayag berhasil menjadi geopark maka kawasan tersebut akan semakin terlindungi. Hal ini termasuk penertiban dan pengaturan wisatawan yang keluar-masuk kawasan Wayag. Ke depan untuk masuk ke kawasan Raja Ampat maka wisatawan harus membeli pin yang berlaku setahun. Harga pin untuk wisatawan lokal adalah Rp250.000,- dan untuk wisatawan mancanegara Rp500.000,-. 
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga akan menata Wayag agar lebih mudah dijelajahi wisatawan. Hal tersebut misalnya dengan membuat jalan untuk mempermudah wisatawan menuju puncak bukit Wayag. Sebelumnya tingkat kecuraman bukit tersebut hampir 90 derajat sehingga perlu dibuat jalur khusus yang lebih aman.
Upaya pelestarian kawasan Wayag dan Sayang di Raja Ampat juga melibatkan peran masyarakat setempat sehingga akan lebih maksimal menjaga tempat indah ini. Ada juga patroli berkala di sepanjang 10 mil perairan dari pihak LSM. Mereka mengawasi daerah ini dari ulah para nelayan ilegal yang memburu hiu, ikan pari manta dan teripang untuk dijual dengan harga tinggi di pasaran. Populasi hiu sendiri di Indonesia cukup banyak dan beragam namun terus menurun karena maraknya perburuan oleh nelayan liar. Keunikan dan keindahan Wayag selain bernilai sebagai tujuan wisata juga dimaknai sebagai kawasan konservasi dan perlindungan. Harapannya di masa depan suatu warisan geologi yang menjadi geopark dapat diturunkan kepada generasi selanjutnya.
Anda yang ingin mengunjungi kepulauan Wayag maka dapat melalui Sorong menggunakan kapal cepat atau kapal perintis reguler berdurasi 2-4 jam ke Waisai. Tarif kapal ini adalah Rp125.000,- per orangnya. Berikutnya dari Waisai, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menyewa kapal dengan tarif sekira Rp 5 hingga 6 juta per hari. Dapat dipastikan bahwa transportasi menjadi tantangan tersendiri bila ingin bermobilitas di perairan Kepulauan Raja Ampat. Perjalanan yang memakan waktu dan biaya terbilang besar. Akan tetapi, meski demikian berwisata ke tempat ini tetap tak terbandingkan dengan kepuasan yang diraupnya.
 Foto Credit: Michael Sjukrie
LIPI Masuk 100 Besar Lembaga Penelitian Terbaik Dunia Versi Webometrics Juli 2012

LIPI Masuk 100 Besar Lembaga Penelitian Terbaik Dunia Versi Webometrics Juli 2012

lipi di indonesiaproud wordpress comLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) masuk peringkat 100 besar kategori penelitian dan pengembangan terbaik versi Webometrics edisi Juli 2012. LIPI tercatat di urutan 99 dari total 7.532 lembaga penelitian di seluruh dunia.

Peringkat pertama diraih Lembaga Kesehatan Nasional Amerika Serikat, disusul Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di urutan kedua.

Sejumlah lembaga penelitian mentereng lainnya juga masuk 100 besar, seperti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), European Organization for Nuclear Research (CERN), US Geological Survey (USGS), Max Planck Gesellschaft, dan Goethe Institut.

Peringkat Webometrics dipublikasikan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Januari dan Juli. Peringkat terbaru ini menjadi satu lompatan besar bagi LIPI setelah pada Januari lalu menempati peringkat 590 dunia.

Selain LIPI, lembaga penelitian asal Indonesia yang juga masuk peringkat Webometrics adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, yang bertengger di peringkat 290 dunia.

CSIC di indonesiaproud wordpress comPeringkat Webometrics merupakan inisiatif dari Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan penelitian publik terbesar di Spanyol yang berdiri sejak 2006 dan memiliki 126 pusat penelitian di seluruh Spanyol. CSIC adalah salah satu organisasi penelitian dasar pertama di Eropa.

Lembaga yang melekat pada Departemen Pendidikan Spanyol ini dibentuk untuk mempromosikan penelitian ilmiah guna meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi negara-negara di dunia.

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini diharapkan berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di masing-masing negara.

Ada empat kategori yang digunakan dalam pemeringkatan Webometrics. Pertama, size, yang artinya jumlah laman yang bisa diakses melalui Google, Yahoo!, dan Bing. Bobot penilaian berdasarkan size ini sebesar 10 persen.

Kedua adalah visibility, atau jumlah tautan ke situs lembaga dari situs eksternal. Bobot penilaiannya 50 persen.
Ketiga adalah rich files, yang artinya jumlah dokumen dengan format PDF, DOC, PPT, dan PS, yang bisa diakses melalui Google, Yahoo!, dan Bing. Poinnya 10 persen.

Terakhir atau keempat adalah scholar, atau jumlah publikasi ilmiah yang diindeks Google Scholar selama lima tahun terakhir. Nilainya 30 persen.

Dikutip dari www.research.webometrics.info, Kamis, 2 Agustus 2012, pemeringkatan ini ditujukan untuk mempromosikan publikasi ilmiah yang dilakukan lembaga penelitian lewat Internet.

Keterbukaan dan kemudahan publik mengakses publikasi ilmiah dan materi akademik lewat Internet menjadi sasaran utama pemeringkatan ini. Namun, indikator situs secara langsung juga mendongkrak kinerja dan visibilitas lembaga penelitian.

“Situs ini mencakup tidak hanya publikasi yang bersifat formal, yakni e-journal dan repositori, tetapi juga media komunikasi informal lainnya,” demikian pernyataan dalam situs Webometrics.

Publikasi ilmiah lewat internet memiliki sejumlah keunggulan. Selain lebih murah, publikasi lewat Internet menjamin tingginya standar kualitas publikasi ilmiah yang dibaca publik (peer review).

Keunggulan lain yakni bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Akses pengetahuan ilmiah bagi para peneliti dan lembaga penelitian yang berada di negara-negara berkembang menjadi lebih tinggi.

Publikasi lewat internet juga bisa memberikan manfaat tidak langsung kepada pihak ketiga, yakni pengguna langsung dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan lembaga penelitian, seperti kalangan industri, ekonomi, politik, atau budaya.

“Kami bermaksud memotivasi setiap peneliti, sarjana, dan lembaga penelitian untuk memanfaatkan situs sebagai sarana publikasi ilmiah secara akurat,” tulis situs Webometrics.

Sumber: tempo.co

Kategori

Kategori