Showing posts with label Kwarda. Show all posts
Showing posts with label Kwarda. Show all posts

Telkomsel Gandeng Pramuka Dengan Kartu “HEBAT”

Telkomsel Gandeng Pramuka Dengan Kartu “HEBAT”
KERJASAMA : Ketua Kwarda Pramuka Kalteng Sipet Hermanto
foto bersama Vice President Sales and Marketing Area Pamasuka,
Harris Wijaya (kanan) didampingi Vice President Business Support
Area Pamasuka, S
PALANGKA RAYA -  Telkomsel terus memberikan inovasi baru untuk kaum muda. Dalam merangkul komunitas yang telah eksis cukup lama, Telkomsel meluncurkan produk terbarunya yakni Kartu Perdana Hebat Pramuka. Palangka Raya adalah kota ke-2 peluncuran kartu Hebat di wilayah Kalimantan. Dengan melibatkan Pramuka Kwarda Kalimatan Tengah, Kwarcab Palangka Raya, Senin (16/12) melakukan penandatanganan kerjasama (PKS) antara Telkomsel dengan Pramuka di Senayan Resto Palangka Raya.

Vice President Sales and Marketing Area Pamasuka, Harris Wijaya didampingi Vice President Business Support Area Pamasuka Suryo Hadiyanto, General Manager Community Pamasuka Roosman Kooshendarto, General Manager Sales and Customer Care Region Kalimantan Mujiatno mengungkapkan, kartu Hebat atau Hemat antar Sahabat merupakan produk terbaru Telkomsel yang diperuntukkan khusus bagi anggota Pramuka.

"Kartu Hebat merupakan kartu As biasa tapi khusus untuk komunitas dengan berbagai benefit bagi anggotanya, yang salah satunya adalah gratis nelpon dan SMS bagi anggota Pramuka. Kami sengaja menggandeng Pramuka karena dengan tagline kami Paling Indonesia,  tentunya paling tepat bila mengajak komunitas Pramuka untuk berpartisipasi dalam pembinaan generasi muda, apalagi anggota Pramuka cukup besar.

Untuk mendapatkan keuntungan tersebut, cukup dengan membeli kartu perdana atau isi ulang Rp10.000. Tak hanya itu, Telkomsel-Pramuka juga mengeluarkan kartu identitas khusus bagi anggota Pramuka yang memuat nomor kartu perdana Hebat, sekaligus menjadi identitas bagi pemilik kartu. Telkomsel pun optimis bisa meraih pelanggan komunitas Pramuka, yang kini telah beranggotakan 22.000 orang se-Kaltim. "Produk ini juga hanya kami jual di komunitas Pramuka saja dan tidak disediakan di outlet umum," ujarnya. (sma/s)


Sumber: kaltengpos.web.id

Sylviana Murni Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta

Sylviana Murni Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sylviana Murni resmi menjabat sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DKI Jakarta, menggantikan Yudhi Suyoto. Sylvi yang terpilih secara aklamasi tersebut akan menjabat selama periode 20013-2018.

Saat dihubungi Republika, nenek tiga cucu ini mengatakan bahwa ia mendapat tujuh suara dari enam kwartir cabang (kwarcab) dan satu kwartir daerah (kwarda). Menurut Sylvi, meski ia menggemari Pramuka sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia tak bermimpi akan menduduki jabatan sebagai Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

"Awalnya saya diminta oleh teman-teman dari kwartir cabang. Karena saya merasa bahwa Pramuka adalah dunia saya, maka saya bersedia," ujar dia yang mengaku sangat menggemari keterampilan tali-temali dan kemandirian yang diajarkan dalam Pramuka.

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini mengatakan, ke depan dia ingin meningkatkan program Pramuka di lingkungan sekolah. Sebab, kata dia, sejak dulu Pramuka selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Dia juga berjanji akan mengupayakan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan Pramuka. Selain itu, Slyvi juga bertekad untuk membangun hubungan yang bersinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait kepramukaan.

"Saya berharap bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia Pramuka yang berorientasi pada pelayanan sosial kemasyarakatan," ucap dia yang saat ini juga menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata Pemprov DKI Jakarta.
PIKIRAN MUSLIM KASIM TENTANG GERAKAN PRAMUKA

PIKIRAN MUSLIM KASIM TENTANG GERAKAN PRAMUKA

Ketua Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumbar Drs H Muslim Kasim Ak MM Datuk Sinaro Basa menyampaikan beberapa pikiran sekaitan dengan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka yang berlangsung 3-5 Desember di Grand Mutiara Kupang Nusa Tenggara Timur.
Muslim yang juga Wagil Gubernur Sumbar itu menyatakan bahwa momen Munas Gerakan Pramuka tak saja akan membawa pembaharuan bagi kepramukaan Indonesia, tapi juga sekaligus akan membawa pengaruh besar bagi kebangkitan gerakan pramuka di daerah-daerah, khususnya di Sumatera Barat. Muslim Kasim menyampaikan pikiran tersebut dalam tema “Kita Wujudkan Generasi Muda Bangsa yang Berkarakter dan Bermartabat”.

Muslim mengupas soal kondisi gerakan pramuka saat ini. Ketika pramuka menjadi gerakan wajib ekstra kurikuler di sekolah-sekolah, sesusai maklumat Kurikulum 2013, ini menjadi tantangan besar bagi kepramukaan Indonesia. Menurut Muslim Kasim, gerakan pramuka harus kuat ke-SDM-annya, kuat kelembagaannya dan kuat ‘keuangannya” untuk meluncurkan berbagai program-program kepramukaan itu sendiri.

Berlapis persoalan yang mesti menjadi perhatian insan pramuka Indonesia.Harus segera direvisi kondisi hubungan antar kelembagaan. Mesti ada garis komando yang jelas antara Kwartir Nasional (Kwarnas), Kwartir Daeran (Kwarda) , Kwartir Cabang (Kwarcab),Kwartir Ranting (Kwaran) dan Gugus Depan (Gudep). Selama ini, seolah-olah masing-masing lembaga berjalan sendiri-sendiri. Terutama, kita lebih meningkatkan Gudep Perguruan Tinggi. Mengapa? Karena, anggotanya sudah penegak pandega. Seharusnya, Gudep Perguruan Tinggi di SK-kan dan dilantik oleh Kwarda, bukan Kwarcab. Akibat garis komando yang tidak jelas tersebut, Gudep Perguruan Tinggi tidak terarahkan ataupun kurang terbina secara baik.

Ia seakan-akan lepas dari binaan Kwarda. Muslim Kasim juga menguraikan dan mengharapkan adanya keterpaduan dalam memajukan gerakan pramuka antar instansi dan kelembagaan, baik di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota dan lembaga swadaya masyarakat. “ Saya yakin gerakan kepramukaan akan menjadi gerakan yang melebihi daya yang sebenarnya.

Maksudnya, gerakan pramuka akan benar dapat menjadi cahaya di atas langit kehidupan Indonesia dan menjadi teladan agi anak bangsa”, ujar Muslim Kasim. Muslim Kasim juga mengupas tentang pengaruh internal dan global dalam gerakan kepramukaan Indonesia terkini. Pengaruh internal, ada dua. Pertama, pengaruh positif, yakni dengan diundangkannya UU no 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, sehingga dimasukkan pendidikan kepramukaan dalam kurikulum 2013. Pengaruh internal negatif yakni dengan terjadinya peristiwa kesenjangan sosial di berbagai bidang dan lini seperti terjadinya korupsi di eksekutif, legislatif dan yudikatif membuat lenyapnya keteladanan.Sehingga, pendidikan berkarakter menjadi sirna dan susah diwujudkan. Muslim Kasim mengharapkan organisasi pramuka menjadi organisasi yang solid, terpadu, lincah,komunikatif, aspiratif, dan memasyarakat di kalangan generasi muda. Dengan gerakan pramuka kita ciptakan generasi muda yang mandiri,kreatif, terampil, santun, dan memiliki karakter yang kuat.

Memiliki semangat kejuangan yang tinggi dan tidak mudah menyerah. Untuk menciptakan keterampilan, gerakan pramuka Sumbar memprogram kegiatan dalam berbagai bidang dan lini. Dalam bidang usaha, kita sedang merencanakan pengembangan lahan Lemdadika (Lembaga Pendidikan Pramuka) di Padangbesi menjadi tempat yang produktif dengan mengembangkan berbagai fasilitas seperti penginapan yang layak dilengkapi berbagai fasilitas untuk seminar,perhelatan dan bahkan rekreasi keluarga. Disampaikannya, lahan di kantor Kwarda Sumbar akan dikembangkan juga untuk tempat pesta dan penginapan-penginapan. Dikatakan Muslim Kasim, Kwarda Sumbar tengah berupaya mengembangkan usaha ternak madu lebah. Mengembangkan berbagai bidang usaha akan menciptakan gerakan pramuka yang mandiri.

Pada gerakan pramuka yang kreatif dan terampil, Muslim Kasim menyampaikan bahwa Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumbar telah merintis berdirinya Persatuan Pers Pramuka. Untuk pertama kali, Persatuan Pers Pramuka telah diwujudkan pendiriannya di Kwarcab Agam. Diharapkan gerakan pramuka juga peduli pada gerakan mari membaca dan menulis. Kelak, di berbagai gudep akan kita lahirkan Persatuan Pers Pramuka di berbagai sekolah. Muslim Kasim mengharapkan, secara nasional gerakan Persatuan Pers Pramuka terhimpun dalam Satuan Karya (Saka) komunikasi, informasi dan teknologi yang dapat melekat pada Kementerian Informasi dan Komunikasi. Diharapkan Muslim Kasim, gerakan pramuka menjadi gerakan yang digemari oleh anak muda Indonesia. Selain itu, gerakan Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana, dan pramuka peduli seni dan budaya tengah dikembangkan di Sumatera Barat. “Semoga, gerakan Pramuka benar-benar dapat mewujudkan calon pemimpin bangsa yang berkarakter”, harap Muslim Kasim

Sumber: sumbarprov.go.id
Dede Yusuf : Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat “Pramuka Agen Perdamaian”

Dede Yusuf : Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat “Pramuka Agen Perdamaian”


Jakarta (27/3) “Salam Pramuka, Yes! Satu Pramuka, Satu Indonesia, Satu Suara, NKRI harga mati” ujar Kak Dede Yusup Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat saat mengawali kegiatan sajian Malam Seni Budaya, Selasa malam (26/3). Kak Dede sapaan akrab Dede Yusup menyapa dengan suara lantang kepada seluruh peserta international Scout Peace Camp Tahun 2013 (ISPC 2013) dengan salam pramuka khas Jawa Barat.
Dede Yusuf : Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat “Pramuka Agen Perdamaian”Dengan semangat, seluruh peserta mengikuti salam pramuka khas Jawa Barat dari Kak Dede. Menurut Kak Dede, peserta ISPC sangat tepat datang ke Jawa Barat untuk melakukan kegiatan Pramuka. Hal ini didasarkan pada jumlah pramuka indonesia yang mencapai 20 juta lebih, 4.5 juta anggotanya berasal dari Jawa Barat.
Saat ini, Kabupaten Cianjur telah mencanangkan menjadi Kabupaten Pramuka. Kabupaten ini kerap melakukan kegiatan-kegiatan kepramukaan yang menarik minat banyak anggota pramuka. Kak Dede mengatakan, Peace adalah saat dimana kita dapat terkoneksi dan bersatu dengan orang lain. Karena pramuka adalah sebuah kesatuan yang dapat menyatukan beragam latar belakang dan budaya. “Setiap anggota pramuka merupakan seorang agen perdamaian., tegas Ketua Kwarda Gerakan Pramuka yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat.
Ia berharap seluruh peserta dan panitia dapat merasakan kebersamaan yang ada. Kebersamaan akan terciptanya persatuan meskipun berasal dari berbagai macam negara. Melalui pemahaman antar budaya, antar ras maupun antar agama dapat menyatukan kita semua dalam pramuka. Malam Seni Budaya dimerihakan dengan penampilan kesenian khas sunda berupa Main Pho, Rampak Gendang, Jaipongan dan Angklung. [Tim Jurnal The Peace. Ali, Tim Jurnal The Peace]
Sumber: http://www.journalscoutpeacecamp.com/
16 Negara Ikuti Jambore Pramuka di Sukaratu

16 Negara Ikuti Jambore Pramuka di Sukaratu


CIANJUR (GM) - Sedikitnya 147 anggota Pramuka dari 16 negara turut andil untuk mengikuti jambore Pramuka perkemahan perdamaian dunia di Punggawa Ratu Pasundan, Desa Sukaratu, Kec. Gekbrong, Cianjur, Selasa (26/3). Mereka datang ke Cianjur tidak lain untuk mengetahui kebudayaan dan kesenian masyarakat Cianjur.
Kaka Kwarnas Pramuka, Brata Tryana Hardjosubroto mengungkapkan, jambore Pramuka perkemahan perdamaian dunia yang diikuti 147 peserta dari 16 negara itu bagian dari peserta seluruhnya di Indonesia sebanyak 40 negara. Hanya saja yang mengambil tempat di Sukaratu berasal dari 16 negara. "Sisanya di Kampung Domba Pandeglang Banten dan Ketu Babakan Jakarta Selatan yang berlangsung mulai tanggal 25 hingga 31 Maret 2013," katanya.
Dikatakan, para peserta akan tinggal di rumah-rumah warga selama tiga malam. Mereka akan berusaha berinteraksi memahami dan bersahabat dengan masyarakat setempat. "Para peserta jambore Pramuka ini akan diberikan pemahaman atau diajari tata cara membuat dan makan makanan khas, belajar seni dan budaya yang berada Cianjur," ujarnya.
Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh secara terpisah mengungkapkan, peserta Jambore Pramuka tersebut berasal dari Thailand, Arab Saudi, Meksiko, Malaysia, Kamboja, Oman, India, Singapura, Taiwan, Kazakhstan, Vietnam, Irlandia, Brunei Darusalam, Filipina, Australia, dan Indonesia. "Sebagai warga Cianjur, kami sangat bangga karena salah satu dari wilayah Cianjur dijadikan tempat untuk Jambore Pramuka tingkat internasional. Apalagi kalau dijadikan perkemahan perdamaian dunia, tentu kita akan bangga," tegasnya.
Minat
Menurut Tjetjep, keberadaan Pramuka di Cianjur saat ini semakin eksis semenjak dicanangkannya Cianjur sebagai Kabupaten Pramuka. Hal ini tercermin dari meningkatnya minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka, dan semakin banyaknya kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan. Mulai dari prasiaga hingga di tiap-tiap organisasi perangkat daerah (OPD) telah terbentuk keanggotaan pramuka.
"Perkembangan Pramuka di Cianjur saat ini sungguh sangat menggembirakan serta positif, dan semoga pula menjadi kekuatan untuk tercapainya visi dan misi gerakan pramuka, yakni mempersiapkan para pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian, dan akhlak mulia pada masa yang akan datang," kata Tjetep.
Secara terpisah, Budayawan Cianjur, Abah Ruskawan mengapresiasi jika Punggawa Ratu Pasundan di Desa Sukaratu Gekbrong dijadikan tempat perkemahan perdamaian dunia. "Desa Sukaratu telah memiliki surat keputusan bupati tentang desa budaya. Di desa ini banyak keaneragaman kaulinan urang lembur dan makanan urang Sunda. Itu semua sengaja diciptakan untuk menunjang sebagai salah satu sarana sebagai desa wisata," kata Abah. (B.101)
Sumber: Harian Galamedia - Rabu, 27 Maret 2013
PROFIL KONTINGEN KWARDA GERAKAN PRAMUKA JAWA BARAT

PROFIL KONTINGEN KWARDA GERAKAN PRAMUKA JAWA BARAT

Thumbnail image
 Penasaran dengan Kwarda Jawa Barat yang berhasil menggapai prestasi tinggi untuk regu Putri dan prestasi baik untuk regu Putra pada Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Nasional (LT-V) 2012? Para penggalang dengan gudep 07-029 – 07.030 ini berasal dari satu sekolah yaitu SMPN 14 Bandung yang memiliki nama regu tetap sebagai pasukan inti dengan nama Regu Melati dan regu Dragon. Nama regu yang diberikan turun temurun ini sudah sampai pada dinasti ke 21 untuk regu putra sedangkan regu putri dinasti ke 19.

“Sekolah kami langganan juara LT-III, kalau LT-V senior kami sudah pernah mengikuti tapi hanya satu regu jadi baru kali ini sekolah kami bisa mengirim lengkap regu putra putri yang diwakili oleh kami”

Selama latihan yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan untuk LT-V ini pasti menyimpan cerita suda maupun duka. Seperti cerita regu Melati bahwa sukanya saat tukar-tukar cerita yang membuat mereka menjadi akrab. Hingga orang tua mereka juga menjadi seperti saudara. Ketika ditanya trik menjalin kekompakan, mereka mengaku setiap kali latihan, masing-masing membawa bekal makanan lalu dimakan bersama-sama dengan tukar menukar lauk, selain itu juga mengadakan liburan bersama.

Sehari sebelum pengumuman juara, tim Jurnal LT-V (2012) melakukan survey penjajakan suara mengenai regu yang pantas menjadi pemenang dan Jawa Baratlah yang memiliki suara terbanyak. Begitu dikonfirmasi mengenai hasil survey tersebut, regu Melati Kwarda Jawa Barat merasa terkesan “Alhamdulillah, kami bersyukur telah dipercaya hingga dipilih. Bagi kami itu menjadi doa untuk penentuan kemenangan sebenarnya besok pagi. Hal ini juga memacu kami untuk menampilkan yang terbaik”

Sedangkan komentar regu Dragon Kwarda Jawa Barat “Kami dijagokan hanya karna banyak kenalan aja jadi dikenal” rendahnya “Selain regu kami, kami menjagokan Jawa Tengah. Selain sesama Jawa, kami sudah saling kenal dari LT sebelumnya, kami tau kemampuan mereka karna kami selalu bersaing dengan Jawa Tengah” cerita Ruby Zulfiansyah selaku pemimpin regu Dragon yang ternyata pilihannya tidak salah karna Jawa Tengah hanya satu pringkat dibawah mereka yaitu prestasi cukup.

“Kami berjuang keras karna takut ngecewain instruktur yang dari LT-I sudah “jor-joran” mendukung kami” tambah regu Dragon. Dan kerja kerasnya pun tidak sia-sia, dalam pengumuman pemenang saat upacara penutupan yang dipimpin kak Amoroso Katamsi selaku Waka Kwarnas bidang Organisasi dan Kerjasama, Kwarda Jawa Barat berhasil mendapat juara dikedua regunya.

“Senang, rasanya kebayar kerja keras kami. Bersyukur, alhamdulillah” kesan regu Melati dan regu Dragon dengan linangan air mata bahagia “Belum kebayang untuk perayaan tapi nantinya mau ada penerimaan dan segala macem. Kami ingin berterimakasih untuk kak Kwartir dan yang melatih kita, kak Rangga, kak Ridwan, kak Budi, bu Iis, kak Dudi, kak opik, kak Dadan, kak Suwendi juga yang sudah membantu kita dari awal. Untuk teman-teman yang belum juara, terus berlatih karna kalau usahanya keras, hasilnya maksimal dan walau kita sakit jangan pernah mengeluh tapi coba paksain aja. Insya allah bisa!!”

Selamat Kwarda Jawa Barat, pertahankan prestasimu. Jadilah teladan bagi penggalang seluruh Indonesia.

(sumber:Humas-mj)

Kwarda Jabar Tolak Swasta Kelola Buper Cibubur

Kwarda Jabar Tolak Swasta Kelola Buper Cibubur

Jakarta - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat mempertanyakan alasan pengalihan pengelolaan Bumi Perkemahan (Buper) Cibubur dari negara ke pihak swasta. Untuk itu DPR diminta untuk mengklarifikasi Kwartir Nasional (Kwarnas) atas proyek ini.

"Komisi X DPR harus memanggil pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka untuk minta klarifikasi pelimpahan hak kelola 400 hektare lahan Bumi Perkemahan (Buper) Cibubur di Jaktim kepada pihak ketiga," ujar Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Adang D Bokin," kepada INILAH.COM, Jumat (27/4/2012).

Menurutnya, dengan rencana pengambilalihan ini DPR harus membentuk tim panitia kerja (Panja) untuk mendalami proses pengambilalihan lahan Buper Cibubur kepada pihak swasta.

"Bilamana perlu, DPR harus minta BPK untuk melakukan audit menyeluruh terhadap aset Buper itu karena selama 30 tahun pengelolaannya akan diserahkan ke swasta dengan pola BOT," jelasnya.

Selain itu, Adang juga mempertanyakan kebijakan Kwartir Nasional (Kwarnas) dibawah kepemimpinan Hasrul Azwar. Pasalnya atas kebijakannya itu dapat berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.

"Kebijakan Kwarnas di bawah pimpinan Hasrul Azwar yg melakukan MoU sewa kelola Buper Cibubur berpotensi merugikan keuangan negara karena tanah Buper merupakan milik negara. Selain itu, pengelolaan oleh swasta belum tentu memberi keuntungan apa pun bagi Gerakan Pramuka," ungkapnya.

Sumber : inilah.com

Kategori

Kategori