Showing posts with label Kwarnas. Show all posts
Showing posts with label Kwarnas. Show all posts
Pramuka Ajarkan Warga Buat Alat Penangkal Jentik Nyamuk‎

Pramuka Ajarkan Warga Buat Alat Penangkal Jentik Nyamuk‎

Pramuka Ajarkan Warga Buat Alat Penangkal Jentik Nyamuk‎Malang – Peserta Kemah Kesehatan Nasional ke III Gerakan Pramuka di Malang memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara sederhana membuat alat penangkal jentik nyamuk atau larva trap.
Alat yang terbuat dari bahan dasar botol minuman plastik ini sangat efektif untuk memutus mata rantai nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga, bisa mencegah masyarakat dari bahaya penyakit demam berdarah.
“Alat ini fungsinya ba‎yak sekali, untuk memutus mata rantai tikus nyamuk. Alat ini kita kembangkan, harapannya agar pramuka bisa mensosialisasikan kepada masyarakat,” kata Dwi sulaksono, dari ‎
Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan, dan Pengendalian Penyakit Surabaya, Sabtu (14/5/2016)
Barang yang dibutuhkan sederhana, yakni satu buah botol plastik ukuran 1/5 liter, plastik hitam, ‎ saringan, dan juga lemplastik atau isolasi.

Pembuatannya sederhana botol dipotong menjadi tiga bagian, bagian atas yang ada tutupnya ditaruh secara kebalik, kemudian dikasih saringan, dan potongan botol yang tengah dibiarkan begitu saja, kemudian‎ potongan yang bawah di buang.
“Botol kemudian dibalut dengan plastik hitam, tujuannya untuk menarik nyamuk datang ke perangkap,” katanya.
Agar lebih menggoda, bagian atas botol dikasih air kelapa, air hujan, ‎rendaman jeramih atau air gula pasir. Bahan ini dinilai ampuh mendatangkan nyamuk masuk ke perangkap.

“Nyamuk betah disitu, mereka akan bertelor dan terperangkap tidak bisa keluar. Nanti kalau sudah keluar jentik-jentiknya dibuang dan diganti air lagi,” ungkapnya.
Air yang dimasukan di botol bisa bertahan 1-2 minggu. Kak Dwi mengatakan, alat ini begitu sederhana, namun praktis dan efisien dan mengadung manfaat yang besar. “Pramuka bisa menerapkan dan mengembangkan alat ini dengan baik,” jelasnya.
Peserta mensosialisasikan alat ini kepada masyarakat di sekitar lokasi perkemahan di Waduk Selorejo Malang Jawa Timur. Kegiatan bhakti masyarakat ini merupakan rangkaian acara perkemahan kesehatan yang sudah berlangsung dari 11 Mei 2016 dan akan ditutup pada Sabtu 14 Mei. ‎(HA/Humas Kwarnas)
Perkemahan Nasional Kesehatan 2016

Perkemahan Nasional Kesehatan 2016

662 Peserta Ikut Perkemahan Nasional Kesehatan 2016

662 Peserta Ikut Perkemahan Nasional Kesehatan 2016
Malang – Kegiatan perkemahan nasional kesehatan 2016 diikuti oleh 662 peserta dari seluruh Indonesia. Mereka berasal dari Politeknik Kesehatan dari pramuka penegak dan pandega.

Peserta sedang mempersiapkan pembuatan tenda dalam Perkemahan Nasional Kesehatan 2016
Kegiatan kemah kesehatan ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Selorejo Kabupaten Malang, Jawa Timur, 11-14 Mei 2016 dengan tema “Pramuka Penegak dan Pandega Indonesia Tangguh Menghadapi Bencana”
Dari pantauan Tim Siber Pramuka, pukul 15.00 kontingen dari seluruh Indonesia sudah mulai berdatangan di lokasi. Satu persatu kontingen langsung melakukan daftar ulang atau registrasi.
Setelah itu, peserta langsung menuju ke tempat pendirian tenda yang sudah dibagi menjadi dua perkemahan putra dan perkemahan putri. Mina salah satu peserta dari Jayapura mengaku senang dan bangga bisa ikut kegiatan ini bersama 15 temannya.
“Senang rasanya kak, kita 16 orang bisa ikut kegiatan kemah kesehatan. Ini pengalaman pertama saya bisa ketemu banyak teman-teman dari seluruh Indonesia,” tuturnya, Rabu.
Hingga saat ini, masih ada beberapa peserta yang belum selesai mendirikan tenda. Sebab, kedatangan peserta tidak dalam satu waktu. Misalnya peserta dari Bengkulu yang baru tiba pukul 17. 00 WIB.
“Jadi karena ada beberapa peserta yang baru datang, maka acara diskusi yang rencananya dijadwalkan pukul 19.00 WIB diundur menjadi jam 20.00 WIB,” ujar salah satu panitia.
Acara langsung dilanjutkan pukul 22.00 WIB dengan agenda pembentukan perangkat kecamatan, lurah, RW dan RT, dan penyusunan komitmen peserta. (HA/Humas Kwarnas)
Menkes Tabur 10.000 Ikan di Waduk Selorejo‎ Malang

Malang –  Menteri Kesehatan Kak Nila Djuwita F. Moeloek ‎tiba dilokasi Perkemahan Kesehatan Nasional ke III di Bumi Perkemahan Salorejo Malang, Kamis pagi (12/5/2016)
Setelah tiba dilokasi, Kak Nila bersama rombongan langsung menuju Danau Salorejo untuk menabur 10.000 ikan nila. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian ikan di danau tersebut. ‎
[sumber berita: Humas Kwarnas]
Diguyur Hujan, Upacara Pembukaan Kemah Nasional Kesehatan III Berlangsung Hikmat

KNS 3 bMalang – Sejak Kamis siang (12/5/2016) langit di atas Bumi Perkemahan Danau Selorejo Malang diselimuti awan mendung. Lokasi ini akan dijadikan tempat upacara pembukaan Perkemahan Kesehatan Nasional ke III
Benar saja, 30 menit sebelum pelaksanaan pembukaan dimulai, pukul 12.00 WIB hujan turun, sementara tamu undangan sudah mulai berdatangan. Panitia juga terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini sempat membuat bingung panita. Sebab acara sudah waktunya dimulai pukul 12.30 WIB. Bersyukur hujan sudah mulai reda, panitia pun memerintahkan para peserta kemah untuk menuju lapangan utama.
KNS 3 dLapangan yang tadinya kering, seketika menjadi tergenang air dan licin. Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti upacara dan pembukaan, demikian juga para tamu undangan.
Upacara yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI Kak Nila Djuwita F. Moeloek berlangsung secara hikmat meski gerimis mengundang. Para panitia juga menjalankan tugasnya dengan baik sampai dengan selesai acara.
Selesai upacara dan pembukaan, tamu undangan disuguhkan dengan penampilan tari tradisional, dan juga simulasi penanganan bencana gempa bumi dan kebakaran oleh PMI, petugas Damkar dan BNPB dan ditutup dengan penampilan kesenian Reog Ponorogo.
Selain Kak Nila, acara pembukaan juga dihadiri oleh Waka Kwranas Bidang Renbangma Kak Marbawi, Waka Kwarnas Bidang Orgakum Kak Kodrat Pramudho, dan Andalan Nasional Kwarnas urusan Kominfo Kak Olivia Zalianty, Andalan Nasional Kwarnas Urusan Renbangma Kak Ine Febriyanti, Andalan Nasional Urusan Abdimasgana Kak Hariyono.
KNS 3 cHadir juga Wali Kota Batu Kak Eddy Rumpoko, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kak Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Kepala PPSDM Kesehatan dr Gigi Usman Sumantri, dan direktur Poltekes Kemenkes seluruh Indonesia.
Acara Kemah Kesehatan Nasional berlangsung dari 11-15 Mei 2016. Ada 662 peserta yang ikut kegiatan ini dari Politeknik Kesehatan seluruh Indonesia.
[Sumber berita: Humas Kwarnas]
 Pramuka Trampil:  Lakukan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat

Pramuka Trampil: Lakukan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat

 Pramuka Trampil:  Lakukan Pertolongan Pertama pada Gawat DaruratMalang- Peserta Kemah Kesehatan Nasional ke III Gerakan Pramuka mengikuti lomba Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini berlangsung pada hari ketiga, Jumat 13 Mei 2016 di Bumi Perkemahan Selorejo Malang.
662 peserta ikut andil dalam perlombaan ini, mereka berasal dari sekolah Politeknik Kesehatan dari seluruh Indonesia. Dan mereka terlihat trampil mempraktekkan bagaimana cara pertolongan pertama pada gawa darurat. ‎

Kak Heri Suarsono Kepala Badan Pelayanan dan Ambulan dari Palang Merah Indonesia mengatakan,
materi yang dilombakan adalah initial assessment, triase, pertolongan pertama korban, sampai pada cara evakuasi korban di darat atau rujukan.

“Jadi yang pertama dimulai dari bagaimana cara menemukan korban. Korban ‎kategorinya sakit apa? ‎Nah peserta harus bisa memastikan apakah ini kasus trauma atau kasus medis. Itu dulu,” katanya di Lapangan Utama Perkemahan Selorejo, Malang, Sabtu (14/5/2016).

Untuk yang dilombakan dalam kegiatan ini, adalah kasus kecelakaan tunggal. Peserta diminta untuk mempraktekkan bagaimana cara memprioritaskan korban sebelum dilakukan pertolongan pertama.
“Sebelum lakukan pertolongan peserta bisa melakukan proteksi diri, jangan sampai ada kesalahan penanganan, mau menolong tapi kena sendiri,” tuturnya.

Menurut Kak Heri pripsip melakukan pertolongan adalah bagaimana mereka aman, tidak terkontaminasi, oleh sesuatu kepada pasien.
“‎Setelah mengetahui korban tergeletak kita harus bisa melakukan respon diri,” terangnya.

‎Kemudian lanjut Kak Heri kalau korban respon bagaimana cara melakukan pemeriksaan lanjutan, apakah bisa langsung dievakuasi atau segera dilakukan pertolongan pertama pada korban.
“Penanganannya itu bisa seperti menghentikan pendarahan, mulai dari upaya menutup luka, ‎mengecek pernafasan, dan detak jantung,” jelasnya.

Kak ‎Heri menambahkan, simulasi atau perlombaan semacam ini penting dilakukan agar, anggota pramuka bisa siap siaga memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana, sesuai dengan tema perkemahan kali ini.

“Pramuka Penegak dan Pandega ‎Tangguh Menghadapi Bencana.” (HA/Humas Kwarnas)
Kurikulum 2013: Sistem Pendidikan Kepramukaan Diperbaharui

Kurikulum 2013: Sistem Pendidikan Kepramukaan Diperbaharui


JAKARTA -12 Agustus 2014, Kurikulum 2013 yang diberlakukan tahun ini menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di tiap sekolah. Karenanya, Gerakan Pramuka telah mempersiapkan diri dengan memperbaharui sistem pendidikan kepramukaan, beberapa diantaranya dengan melakukan akreditasi gugusdepan (Gudep), serta sertifikasi dan lisensi para Pembina.
“Sekarang ini masih dalam tahap pelaksanaan ujicoba pelbagai konsep tersebut khususnya akreditasi, sertifikasi dan lisensi yang nantinya akan diberlakukan secara nasional. Jadi aspek regulasi dan sistem pendidikan kepramukaan telah berhasil diwujudkan, dan tinggallah implementasi di lapangan yang perlu pengawalan dan evaluasi,” kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, DR. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si, dalam Focuss Group Discussion (FGD) Pramuka dengan Media Massa yang berlangsung di Jakarta, Selasa (12/8).
Adyhaksa menekankan pentingnya pembangunan sikap, mental dan moral generasi muda dalam menghadapi globalisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta pesatnya perkembangan media baru. Revitalitasi Gerakan Pramuka diarahkan untuk memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsensus dasar Bangsa Indonesia yaitu, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pemantapan empat konsensus dasar ini atau empat pilar kehidupan bernegara itu, Insya Allah dapat memperkokoh idealisme, cita-cita, dan militansi kaum muda untuk menjadi komponen bangsa yang cerdas, unggul, tangguh, penuh daya inovatif, dan tetap bersatu. Komponen bangsa yang mandiri, dan tegar,” tambahnya.
Menurutnya, Gerakan Pramuka sebagai pendidikan informal memiliki peluang besar dalam mengatasi permasalahan generasi muda Indonesia. Misalnya, kekerasan seksual, penggunaan obat-obat terlarang, tawuran, kriminalitas remaja, dan sebagainya. ”Pramuka mengajarkan nilai-nilai kemandirian, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan terhadap alam. Ini yang dapat menjadi tameng agar mereka tidak mudah terpengaruh perilaku buruk,” lanjut Adhyaksa.
Gerakan Pramuka di Indonesia dikukuhkan pada tanggal 14 Agustus 1961 yang ditandai dengan peganugerahan Panji Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden RI Nomor 448 tahun 1961. Dalam kurun satu dasawarsa dapat dicatat 3 (tiga) milestone perkembangan Gerakan Pramuka yaitu Pertama, Bapak Presiden RI telah mencanangkan kembali Revitalisasi Pramuka pada Hari Pramuka tahun 2006 yang saat ini tampak keberhasilannya dengan semakin marak kegiatan kepramukaan di berbagai daerah; Kedua, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang memperkuat legalitas Pramuka di negeri ini. Dengan telah terbitnya Undang-Undang tersebut maka pelaksanaan pendidikan kepramukaan pada saat ini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan pelbagai kegiatan yang positif, akan tetapi telah meningkat menjadi kewajiban setiap warga negara untuk mengimplementasikannya; dan Ketiga, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstra kurikuler wajib yang mulai diberlakukan pada bulan Juli 2014 ini.
Tahun ini, Gerakan Pramuka menginjak usia yang ke-53 tahun tepat pada tanggal 14 Agustus 2014. Rangkaian peringatan HUT Pramuka dengan tema “Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda melalui Gugus Depan Terakreditasi” diisi dengan serangkaian kegiatan antara lain: bakti Pramuka untuk masyarakat, ziarah ke TMPN, TMP, TPU, makam para pahlawan nasional dan tokoh Pramuka, tabur bunga di laut, serta berbagai kegiatan lainnya.

Acara pokok ditandai dengan penyelenggaraan upacara bendera bertempat di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 pukul 16.00 WIB. Dalam upacara ini Bapak Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka akan bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat sekaligus menyematkan tanda penghargaan Pramuka kepada mereka yang telah berjasa terhadap perkembangan Gerakan Pramuka.

Kurikulum 2013: Sistem Pendidikan Kepramukaan Diperbaharui 
Presiden Kukuhkan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2013-2018

Presiden Kukuhkan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2013-2018

Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Senin sore (2/6/2014), resmi mengukuhkan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2013-2018 di Istana Negara. Pengukuhan ini menindaklanjuti Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 06/Munas/2013 yang menetapkan Dr. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dr. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si, anggota Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Satu ini terpilih sebagai Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka masa bakti 2013-2018, dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Kupang, 5 Desember 2013 lalu.

Untuk membantu ketua terpilih, Munas Gerakan Pramuka 2013 telah berhasil membentuk Tim Formatur Munas Gerakan Pramuka yang dituangkan dalam Surat Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka nomor: 08/Munas/2013 tentang Tim Formatur Munas Gerakan Pramuka 2013 dan Ketua Kwarnas terpilih menjadi Ketua Tim Formatur.

Tugas utama tim formatur adalah membentuk kepengurusan Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2013-2018, selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka yang dalam hal ini Presiden RI untuk dikukuhkan dan dilantik. Alhamdulillah pada tanggal 2 Juni 2014 ini, sebanyak 107 Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2013-2018 dilantik oleh Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.

Adhyaksa Dault, SH, M.Si, selaku Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka terpilih, didampingi 9 (sembilan) Wakil Ketua (Waka), yakni H. Suriyadi MS, S.Sos., M.Si, Waka Bidang Bina Anggota Muda, Prof. Dr. Lidya Freyani Hawadi, Psi., Waka Kwarnas Bidang Bina Anggota Dewasa, Marbawi, S.Sos, M.Si., Waka Kwarnas Bidang Perencanaan Pengembangan dan Kerjasama, Dr. PA. Kodrat Pramudho, SKM, M.Kes., Waka Kwarnas Bidang Organisasi dan Hukum, H. Rafli Effendy, Waka Kwarnas Bidang Badan Usaha dan Aset Milik Gerakan Pramuka, Drs. Achmad Rusdi, Waka Kwarnas Bidang Hubungan Luar Negeri, Lusia Adinda Lebu Raya, S.Pd, MM., Waka Kwarnas Bidang Komunikasi dan Informasi, Brigjen TNI M. Herindra, Waka Kwarnas Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, dan Drs. H. Abdul Shobur, MM., Waka Kwarnas Bidang Lingkungan Hidup.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, tim formatur menunjuk Drs. Yudi Suyoto, MM dan Bendahara adalah Bayu Priawan Djokosoetono.

Dalam upacara pelantikan tersebut, Presiden RI secara simbolis menyematkan tanda pelantikan pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2008-2013.

Sebelum dilantik Adhyaksa Dault beserta pengurus Kwarnas berikrar, yang menyatakan menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa yang lebih baik.

Semenjak revitalisasi organisasi yang dicanangkan Ketua Mabinas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 yang lalu, kegiatan kepramukaan di tanah air terus mengalami kemajuan yang sangat berarti. Revitalisasi organisasi semakin mantap setelah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang tentu sangat memperkuat regulasi Pramuka. Buah dari upaya itu adalah kepercayaan pemerintah kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk mengadakan ekstrakurikuler wajib kepramukaan di seluruh sekolah, sesuai yang tertuang dalam Kurikulum Pendidikan Nasional 2013.

Adhyaksa Dault dalam visinya ingin membawa Pramuka ke depan sebagai "scout for change", Pramuka untuk perubahan. Untuk itu ia akan menghadirkan Pramuka di tengah-tengah masyarakat sehingga membawa pengaruh terhadap perubahan masyarakat.

Sedangkan misinya mengarahkan dan menjadikan kaum muda sebagai subjek kunci PRAMUKA yang inovatif, relevan, dan yang menciptakan dan menggerakkan perubahan bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia pada Abad XXI sesuai misi suci Gerakan Pramuka.

"Kegiatan Pramuka harus disesuaikan dengan kebutuhan anak muda dan teknologi informasi," tegasnya. Program unggulannya adalah Indonesian Scouting Academi, yakni sebagai sekolah pelatihan Pramuka kelas dunia.

Sumber Berita : Humas Kwarnas / TP
Waka dan Sekjen Kwarnas Hadiri HUT Pramuka di Kwarcab Muba

Waka dan Sekjen Kwarnas Hadiri HUT Pramuka di Kwarcab Muba

Sekayu, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar upacara peringatan HUT ke-52 Gerakan Pramuka tahun 2013, di Stable Berkuda Sekayu, Selasa (10/9), dengan tema “Wujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat melalui gerakan Pramuka”.
Bupati Musi Banyuasin yang juga Ketua Majelis Pembina Cabang (Ka Mabicab) Muba H Pahri Azhari, menjadi pembina upacara HUT Pramuka tersebut. Kegiatan ini antara lain dihadiri Wakil Ketua Kwarnas Sri Mardani, Sekjen Kwarnas Joedy Ningsih, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Sekda Muba Drs H Sohan Majid MM, Ketua Kwarda dan ketua harian Kwarda Sumsel H Abdul Sobur.
Bupati Muba dalam sambutannya mengucapkan selamat Hari Pramuka yang ke-52, mudah-mudahan gerakan pramuka Muba dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kabupaten Muba.
Dan Kwartir cabang gerakan pramuka Muba dapat terus maju dan berkembang melalui berbagai program kerjanya yang disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini, terutama dalam wujud pembinaan karakter generasi muda.
Bupati Muba mengatakan gerakan pramuka merupakan lembaga yang sangat tepat untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh dan disiplin dalam menjalankan tongkat kepemimpinan bangsa ke depan.
Keberadaannya pun telah diakui dan memiliki karakter yang kuat dalam melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan terutama terhadap perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Bupati Muba H Pahri Azhari juga mengajak segenap anggota pramuka Muba untuk selalu menjadikan Dasa Dharma Pramuka ini sebagai motivasi yang melekat dalam hidup keseharian.
“Mari kita tunjukkan bahwa pramuka adalah wadah pembinaan generasi muda, tidak hanya mampu membangun dirinya sendiri, tetapi juga mampu membangun lingkungannya, terutama dalam rangka mewujudkan cita-cita kita bersama menuju Permata Muba 2017,” ajaknya.
Kabag Humas Setda Kabupaten Musi Banyuasin Dicky Meiriando SSTP, MH menambahkan, pada kesempatan itu Bupati Muba juga menganugerahkan tanda penghargaan lencana melati kepada H Abu Bakar SH, dan tanda penghargaan Darmabakti kepada Ketua Harian Mabicab Muba Beni Hernedi dan Hj Lucianty Pahri.
Serta puluhan tanda penghargaan pancawarsa di antaranya kepada Susy Imelda Beni dan Hj Asmarani, yang diberikan sebagai pernyataan penghargaan Gerakan Pramuka atas jasanya yang sangat besar bagi perkembangan gerakan Pramuka Kabupaten Muba.
Acara tersebut turut disemarakkan oleh parade drum band, atraksi semapur dan devile pramuka oleh anggota Gerakan Pramuka Muba.

Sumber : http://infopublik.kominfo.go.id/read/54694/waka-dan-sekjen-kwarnas-hadiri-hut-pramuka-di-kwarcab-muba.html
Rakernas Gerakan Pramuka

Rakernas Gerakan Pramuka


Tanggal 17-19 April 29013 Kwarnas Gelar Rakernas Gerakan Pramuka.

Baru saja selesai kegiatan International Scout Peace Camp Tahun 2013 yang telah berlangsung tanggal 25-31 Maret 2013 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta. Berselang sekitar tiga minggu, tepatnya tanggal 17-19 April 2013, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka akan melaksanakan kegiatan tahunan, yaitu Rapat Kerja Nasional dan Rapat Paripurna Andalan Nasional Gerakan Pramuka.

Selasa pagi (2/4) Panitia kedua kegiatan tersebut menyelenggarakan rapat persiapan yang langsung dipimpin oleh Waka Kwarnas Bidang Organisasi dan Kerjasama, Kak Amoroso Katamsi.

Kak Amoroso menghimbau keseluruh panitia untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraannya.
Meriahnya Acara Pembukaan International Scout Peace Camp (ISPC) Tahun 2013

Meriahnya Acara Pembukaan International Scout Peace Camp (ISPC) Tahun 2013


Meriahnya Acara Pembukaan International Scout Peace Camp (ISPC) Tahun 2013
Satu jam sebelum acara pembukaan International Scout Peace Camp (ISPC) dimulai, para peserta sudah ramai berkumpul di lapangan utama bumi perkemahancibubur. para peserta yang berasal dari berbagai belahan dunia sangat antusias dan tidak sabar untuk mengikuti rangkaian kegiatan dalam ispc, sepertikesenangan yang diungkapkan oleh nga, salah satu peserta putri dari vietnam.nga berkata, “sangat senang bsa mengikuti acara ini, dan saya tidak sabar untukmengikuti rangkaian kegiatan dalam ISPC.”
Acara pembukaan ISPC dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan penampilan tarian budaya Indonesia yang sangat menarik yaitu reog ponorogo. kemudian, perwakilan dari masing-masing negara peserta masuk dalam arena lapangan dengan membawa bendera negaranya masing - masing dan mengucapkan janjipramuka yang diutarakan dengan lantang oleh salah satu peserta dari Indonesia.
Acara semakin meriah dengan dikibarkannya bendera ISPC oleh empat orang peserta, diiringi dengan lagu tema ISPC dengan tempo lambat. Kemeriahansemakin memuncak terjadi ketika lagu tema ISPC dinyanyikan dengan tempo beat yang lebih cepat. Para peserta pun tak tahan untuk ikut bernyanyi danberdansa sambil melambaikan tangan, mengikuti irama musik yang sangat mengasyikkan.
Seluruh anggota komite kepramukaan dunia dan anggota komite kepramukaan regional asia pasifik, termasuk kak Azrul Azwar selaku Ketua Kwartir NasionalGerakan Pramuka Indonesia dan para undangan ikut bergabung dalam kerumunan peserta ISPC, dan menjabat tangan para generasi muda yang begitusemangat di pagi itu.
Sambutan pada upacara pembukaan ISPC disampaikan oleh Simon Rhee selaku ketua komite kepramukaan dunia dan Kak Azrul Azwar selaku Ketua KwartirNasional Gerakan Pramuka Indonesia. Dalam sambutannya, Simon Rhee menyampaikan tujuan dari ISPC yang merupakan ajang untuk mempelajari budayalain, dan tentunya untuk menyebarkan perdamaian hingga saat peserta kembali ketempat asal mereka masing-masing. Simon Rhee mengakhiri sambutannyadengan kalimat singkatnya, “bravo! Satu pramuka untuk satu Indonesia”, yang langsung disambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah oleh para hadirin.Sementara Kak Azrul Azwar menyampaikan apa arti perdamaian menurutnya; menghargai orang lain dan membuat semua orang tersenyum. Beliau berharap agar seluruh peserta dapat mempelajari budaya indonesia, bersatu dengan harmoni.
Acara pembukaan ini diresmikan dengan alunan angklung yang diawali oleh Kak Azrul Azwar. Dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta peserta yang diwakili dan diterima secara simbolis oleh Nancy Leon Jjimenez (Meksiko) dan Syed Joshim Ahmed (Bangladesh).
Para hadirin pun kemudian diberi kesempatan untuk mempelajari cara bermain angklung, yang dipandu oleh kak Hari Patra dari Saung Angklung Ujo, JawaBaratseluruh peserta tampak sangat antusias dan mengobarkan semangat perdamaian mereka dihari pertama ISPC ini hingga akhir acara. (MA).

Sumber: http://www.journalscoutpeacecamp.com/

Kategori

Kategori